Sambut Damai AS-Iran, IMF Sebut Pemulihan Pasokan Energi Tak Bisa Pulih Seketika

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dana Moneter Internasional atau IMF secara resmi memberikan apresiasi positif terhadap tercapainya nota kesepahaman damai antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, lembaga finansial global tersebut memberikan peringatan bahwa proses pemulihan jalur pasokan energi dunia tidak akan bisa berjalan dalam waktu singkat.

Kendala teknis di lapangan dinilai menjadi faktor utama yang menghambat normalisasi distribusi komoditas penting tersebut secara instan. Otoritas menjelaskan bahwa tingkat kerusakan infrastruktur yang masif akibat konflik menjadi alasan logistik utama di balik lambatnya pemulihan ini.

"Semakin cepat hal itu diselesaikan, semakin baik, terutama karena pasokan akan membutuhkan waktu untuk pulih mengingat kerusakan infrastruktur yang signifikan, dan pengumuman gencatan senjata pada Minggu disambut baik," tulis Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva.

Peta konflik internasional ini sebelumnya mulai mereda setelah Washington dan Teheran sepakat untuk menghentikan total seluruh operasional militer mereka. Kedua belah pihak juga sudah menyatakan komitmen bersama untuk membuka kembali akses pelayaran komersial di kawasan strategis Selat Hormuz.

Langkah perdamaian ini langsung memicu gelombang kelegaan besar bagi pasar internasional setelah berbulan-bulan didera kekacauan ekonomi global. Meski demikian, pihak IMF menegaskan bahwa sisa-sisa dampak perang masih memicu risiko riil yang membayangi laju pertumbuhan ekonomi dunia.

"Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, banyak hal bergantung pada durasi dan intensitas guncangan pasokan energi," pungkas Georgieva dalam unggahan di situs resmi IMF.

Lembaga ini juga menyoroti adanya ketimpangan dampak ekonomi yang sangat kontras di antara negara-negara berdaulat. Wilayah yang memiliki tingkat ketergantungan tinggi pada komoditas impor energi dengan ruang kebijakan fiskal terbatas dilaporkan menjadi korban yang paling terpukul.

Kondisi krisis tersebut sudah mulai terlihat nyata pada sejumlah negara berkembang di kawasan benua Afrika dan Asia. Sebagai contoh konkret, harga jual eceran bahan bakar bensin di pasar Asia dilaporkan telah melonjak drastis hingga menyentuh angka 40 persen.

Baca Juga: Bocoran 8 Poin Damai AS-Iran: Aset Rp442 Triliun Dicairkan, Selat Hormuz Dibuka Penuh!

Imbas buruk ini sebelumnya juga telah memaksa pihak IMF untuk merevisi turun angka proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada laporan April lalu. Mereka bahkan sempat menyusun skenario terburuk di mana pertumbuhan dunia merosot ke angka dua persen dengan lonjakan inflasi di atas enam persen.

Guna mengukur ulang dampak riil pascagencatan senjata, lembaga ini berencana merilis dokumen pembaruan World Economic Outlook pada tanggal 8 Juli mendatang. Manajemen internal IMF juga menegaskan kesiapan penuh mereka untuk mengucurkan bantuan dana taktis bagi negara anggota yang mengalami krisis keuangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Tangkap Kaki Tangan Buronan Bandar Narkoba Agung Apek, Nih Tampangnya!
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
AS-Iran Sepakati Perjanjian Damai, Mengapa Poin Kesepakatan Belum Dipublikasi?
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Di Tengah Demo Depan DPR, Mahasiswa Bagikan Roti dan Air Mineral untuk Pengendara
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Tentang Eddy Tansil Buron Legendaris yang Aset-asetnya Disita Negara
• 8 jam laludetik.com
thumb
Arab Saudi dan Uruguay Umumkan Susunan Pemain, Darwin Nunez Pimpin Lini Depan di Laga Krusial Grup H
• 7 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.