Anak Orang Tua Diabetes? Ini yang Harus Kamu Lakukan

cumicumi.com
2 jam lalu
Cover Berita
































Mendengar kabar tidak enak dari dokter, yang menyebut orang tua mengidap penyakit diabetes melitus tentunya menjadi sebuah momok besar bagi setiap anak. Bukan hanya karena dibuat khawatir dengan kesehatan orang tua, tetapi juga menghadirkan rasa takut tersendiri. "Apakah aku akan mengalami hal yang sama". Setidaknya pertanyaan itu lah, yang kerap kali hadir di benak.

 

Jawabannya tentu tidak sederhana. Namun kabar baiknya, kita masih memiliki kendali. Hal itu pula, yang diutarakan oleh Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama, ketika berbagi ilmu di acara podcast Special Interview, yang tayang di kanal Youtube Cumicumi.  

 

Menurut penjelasan dr. Ngabila, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah. Mulai dari menyetop kebiasaan buruk, lebih banyak beraktifitas fisik, diet seimbang, hingga istirahat yang cukup.

 

"Pertama host dari segi genetik aku berpeluang besar untuk jadi diabetes melitus karena punya orang tua yang DM atau punya riwayat genetik di keluarga DM. Host genetik ya host. Nah, habis itu adalah bagaimana environment lingkungan aku sehari-hariku. Kalau aku ditambah pula kebiasaan buruk. Apa itu kebiasaan buruk? Tidak menerapkan pola hidup sehat cerdik. Ya, enyahkan asap rokok, aku merokok. Rajin aktivitas fisik, aku tidak aktivitas fisik. 6.000 langkah minimal per hari. Diet yang seimbang. Aku melebihi makan gula itu lebih dari 4 sendok makan per hari Padahal kata Kemenkes, gula itu maksimal 4 sendok makan per hari termasuk makan besar dan semua cemilan-cemilan serta minuman-minumannya d, Diet yang seimbang. I. Istirahat cukup. Aku kurang tidur 7 sampai 8 jam sehari. Kak kelola stres. Aku stres. Nah, itulah faktornya diabetes. Jadi ada host, ada environment. Heeh. Lingkungan" ucap dr. Ngabila Salama

 

Tak kalah pentingnya, anak-anak yang memiliki orang tua penyitas diabetes juga dianjurkan untuk lebih rajin melakukan tes kesehatan.

 

"...Dan satu lagi kalau pola hidup sehat cerdik C-nya kan cek kesehatan rutin kan kita sudah punya CKG tuh 1 tahun sekali dia harus ceknya 6 bulan sekali oke dan bahkan dia bisa periksa HBA1C itu bisa diperiksa 3 bulan sekali HBA1C itu adalah kadar gula yang ada di dalam ee hemoglobin atau sel darah kita dan itu tidak bisa menipu" lanjutnya

 

Dalam kesempatan yang sama, dr. Ngabila pun kembali mengingatkan kepada semua masyarakat, terkhusus yang memiliki genetik kuat diabetes, untuk benar-benar mengubah gaya hidup, menuju diri yang lebih sehat, dan aktif berolahraga.

 

"Jadi saran saya kalau orang yang punya genetik kuat diabetes satu benar-benar modifikasi gaya hidup dari segi diet, olahraga, hiduplah yang sehat dan cek kesehatannya harus ekstra" timpalnya



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa M 6,7 Melanda Palu, Sumber Gempa di Darat
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Muhammadiyah: Prioritas untuk Jadikan Umat Islam Mandiri Adalah Kekuatan Ekonomi
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Begini Rekomendasi Komnas HAM tentang Program MBG
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Tunisia Resmi Pecat Pelatih Sabri Lamouchi di Tengah Piala Dunia 2026, Herve Renard Berpotensi Jadi Penggantinya
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Iran dan Selandia Baru Berbagi Angka Setelah Bermain Imbang 2-2 pada Laga Pembuka Grup G Piala Dunia 2026
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.