Tegaskan Penyintas Jangan Terlalu Lama dalam Kesulitan, Kasatgas PRR Dorong Percepatan Pemulihan

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Percepatan pelaksanaan program pemulihan permanen di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus didorong Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera. Hal itu dilakukan agar masyarakat yang terdampak dapat segera merasakan manfaat rehabilitasi dan rekonstruksi setelah berbulan-bulan menghadapi berbagai keterbatasan akibat bencana.

Percepatan tersebut sejalan dengan mulai terealisasinya anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi dari sejumlah kementerian dan lembaga. Hingga pertengahan Juni 2026, beberapa instansi seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, Kementerian Sosial, dan Badan Pusat Statistik (BPS) telah menerima alokasi anggaran dari Kementerian Keuangan untuk mendukung pelaksanaan program pemulihan di lapangan.

Baca Juga :
Mendagri Tito dan Menteri Ara Bakal Revisi Definisi MBR dan Hapus Hambatan Domisili Dukung Program 3 Juta Rumah
Cek Langsung Penerima BSPS di Jakbar, Mendagri Dorong Pemda Perluas Dukungan Bedah Rumah Melalui APBD

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan percepatan administrasi dan penyaluran anggaran harus menjadi perhatian seluruh pihak karena masyarakat terdampak telah menunggu cukup lama untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.

“Minggu ini kita dorong Kementerian / Lembaga yang masih berkutat membuat proposal agar segera mengajukan ke Kemenkeu. Jangan lama-lama. Rakyat yang kena bencana tidak mau berlama-lama susah. Sudah tujuh bulan mereka susah,” kata Tito dalam keterangannya. 

Menurut Tito, kementerian dan lembaga yang telah menerima alokasi anggaran juga harus segera bergerak mengeksekusi program yang telah direncanakan. Di saat yang sama, Satgas PRR terus mendorong percepatan proses pengajuan anggaran bagi kementerian dan lembaga yang masih dalam tahap penyusunan maupun sinkronisasi usulan kegiatan.

“Yang sudah turun anggaran dari Kemenkeu kita dorong bekerja. Yang belum turun kita dorong Kementerian/Lembaga untuk mengajukan ke Kemenkeu dan Kemenkeu percepat realisasi anggaran ke K/L,” ujar Tito.

Sebagai bagian dari penguatan pengendalian program, Satgas PRR juga akan meminta rincian kegiatan dari setiap kementerian dan lembaga yang telah memperoleh pendanaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif, tepat sasaran, serta tidak tumpang tindih dengan program pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

Selain itu, melalui rapat koordinasi harian (daily brief), Satgas PRR terus mengawal penyelesaian rencana kegiatan kementerian dan lembaga agar proses pendanaan dapat berjalan tepat waktu. Satgas juga akan membentuk koordinator wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna memperkuat fungsi monitoring, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaan program pemulihan di lapangan.

Baca Juga :
Minta Pemda Monitor Perkembangan Harga Minyak Goreng, Mendagri Apresiasi Inflasi Nasional 3,08 Persen
Satgas PRR Perkuat Mitigasi Bencana Susulan di Titik Rawan Wilayah Terdampak
Imbau Pemda Fasilitasi Nobar Piala Dunia untuk Gerakkan Ekonomi, Mendagri Tito Terbitkan Surat Edaran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Legislator Jawa Barat Menilai Validasi Data Menjadi Kunci Keberhasilan Program Sekolah Maung
• 11 menit lalupantau.com
thumb
Empat Ketua DPC Hanura di Sulsel Resmi Dikukuhkan, Siap Tancap Gas Sampai ke Akar Rumput
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Pelajar Juara O2SN Kabupaten Kediri Dapat Uang Pembinaan dan Peluang Beasiswa
• 21 jam laluberitajatim.com
thumb
Berburu Kuliner di Halal Food Festival Muharram 1448 H, Ada Bir Pletok Legendaris!
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kurangi Impor LPG, ESDM Siapkan Kompor Listrik Teknologi Baru
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.