Presiden China Xi Jinping berjanji akan mendukung kedaulatan Myanmar. Xi menyampaikan komitmen itu saat menerima Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Beijing, Selasa (16/6).
Min merupakan otak kudeta terhadap pemerintahan sipil Myanmar yang dipimpin Aung San Suu Kyi pada 2021 lalu. Kudeta tersebut memicu Barat ramai-ramai memutuskan hubungan diplomatik dengan negara anggota ASEAN itu.
Saat Myanmar terisolasi oleh Barat, China tetap menjadi sekutunya. Pemerintah China bahkan mendukung kemenangan partai pro-militer dalam pemilu kontroversial di Myanmar yang berujung pada terpilihnya Min sebagai presiden.
Saat bertemu Min, Xi menegaskan dukungan China terhadap kedaulatan dan persatuan Myanmar akan selalu teguh.
"Kami mendukung pemerintah baru dalam menyeimbangkan pembangunan dan keamanan untuk menemukan jalur pembangunan yang tepat, sesuai dengan kondisi nasionalnya dan mendapat dukungan rakyat," ujar Xi kepada Min, seperti dikutip AFP.
Pemimpin China itu kemudian menambahkan bahwa kedua negara harus menindak tegas segala bentuk penipuan komunikasi, judi online, hingga perdagangan narkoba.
Xi juga memuji hubungan kedua negara. Dia mengatakan hubungan China dan Myanmar telah terjalin dalam suka maupun duka.
"China mendukung semua pihak di Myanmar untuk memajukan perdamaian dan rekonsiliasi melalui dialog," kata Xi.





