Rusia Luncurkan Serangan Rudal dan Drone ke Ukraina, 11 Orang Tewas

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Kyiv -

Rusia meluncurkan serangan rudal dan drone ke Ukraina, Kyiv. Serangan itu menewaskan sedikitnya 11 orang di seluruh Ukraina dan memicu kebakaran di salah satu biara Ortodoks terpenting di Kyiv.

Dilansir AFP, Selasa (16/6/2026), serangan itu membuat warga di Kyiv berlarian di jalanan mencari perlindungan sepanjang malam pada Senin (15/6). Rudal-rudal Rusia dicegat di langit dan puing-puing yang menyala berjatuhan di seluruh kota.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menyerukan tekanan lebih besar kepada Moskow dari para pemimpin G7 yang sedang mengikuti KTT di Prancis. Zelensky mengaku telah memberi tahu Presiden AS Donald Trump bahwa dirinya bersedia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Amerika Serikat dan menyebutnya sebagai tawaran yang akan 'lebih sulit ditolak' oleh Putin.

Serangan tersebut menewaskan lima orang dan melukai 34 orang di Kyiv. Serangan itu memicu kebakaran di halaman situs warisan dunia UNESCO Kyiv-Pechersk Lavra hingga membakar atap Katedral Dormisi.

Baca juga: Bagaimana Perang Ukraina Mengubah Masyarakat Rusia

"Ini adalah salah satu kejahatan paling serius Rusia terhadap budaya Kristen hingga saat ini," kata Zelensky di media sosial.

Didirikan pada abad ke-11, situs tersebut memiliki arti yang sangat besar bagi umat Ortodoks di Ukraina dan Rusia. Militer Rusia mengatakan telah melakukan 'serangan besar-besaran' terhadap situs-situs militer di Kyiv, serta wilayah Kharkiv dan Dnipro.

Rusia membantah menargetkan Lavra. Rusia mengatakan biara tersebut terkena rudal pertahanan udara Patriot AS yang sudah usang.

Setelah mengunjungi situs tersebut, Zelensky mengatakan dua drone Rusia 'dengan sengaja' menargetkan kawasan biara Kyiv. Pihak Ukraina menyebut Moskow menembakkan 70 rudal dan 611 drone, terutama menargetkan ibu kota. Ukraina mengklaim mereka telah menembak jatuh 50 rudal dan 582 drone.

Seorang biarawan yang tinggal di biara tersebut, Makariy, mengatakan bahwa dia 'melompat' dari tempat akibat suara keras pada pukul 5 pagi waktu setempat. Setelah keluar dari kamarnya, dia melihat kompleks tersebut terbakar dan berlindung di tempat perlindungan.




(haf/knv)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bobby Larang ASN di Sumut Pakai Vape, Pelanggar Akan Disanksi
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Istana Ungkap Upaya Kembalikan Kepercayaan Publik
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Perjuangan Hak Bersuara yang Diganjal
• 9 jam lalukompas.id
thumb
BGN Buka Peluang Anak SMA dari Kalangan Mampu Tak Dapat MBG
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Tindaklanjuti Kerja Sama Ketenagakerjaan, Pemerintah Siapkan Penempatan Pekerja RI ke Eropa
• 18 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.