Pemerintah Pastikan Beri Perlindungan WNI ART yang Dianiaya di Malaysia

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memastikan akan mengawal kasus penganiayaan warga negara Indonesia (WNI) yang berprofesi sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di Malaysia.

"Berdasarkan informasi awal, yang bersangkutan bekerja di Malaysia secara nonprosedural. Meskipun demikian, negara tetap hadir memberikan pelindungan kepada setiap Warga Negara Indonesia yang menghadapi permasalahan di luar negeri," kata Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Christina Aryani, dalam keterangannya kepada Kompas.com, Selasa (16/6/2026).

Christina mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur serta KJRI Johor Bahru guna memastikan kondisi korban serta langkah-langkah pelindungan dan pendampingan yang diperlukan.

Baca juga: Viral, ART WNI Dianiaya di Malaysia, Pemerintah Diminta Beri Perlindungan Optimal

"Berdasarkan informasi dari Perwakilan RI, korban telah menyampaikan laporan kepada KSATRIA KJRI Johor Bahru dan kasus tersebut telah ditindaklanjuti bersama aparat penegak hukum setempat," ujar dia.

Kepolisian Malaysia diketahui telah mengamankan pihak yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut.

Christina menuturkan, perwakilan RI juga telah menyiapkan langkah pendampingan, termasuk fasilitasi pelaporan kepada kepolisian dan pendampingan hukum bagi korban.

KP2MI mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan KJRI Johor Bahru dalam memberikan pelindungan dan pendampingan kepada korban.

"KP2MI bersama Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI akan terus memantau perkembangan kasus ini serta memastikan hak-hak korban terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku," tegas dia.

Baca juga: Dubes RI Pastikan KJRI Johor Bahru Dampingi ART WNI yang Dianiaya di Malaysia

Sebelumnya, video dugaan penganiayaan terhadap PMI di Malaysia viral. Video tersebut memperlihatkan aksi kekerasan berupa penjambakan, tamparan, hingga pemukulan yang diduga dilakukan oleh empat orang di dalam sebuah rumah.

Korban berinisial YY melaporkan kejadian tersebut kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru melalui aplikasi Ksatria, pada Sabtu (13/6/2026).

Setelah menerima laporan tersebut, KJRI Johor Bahru langsung berkoordinasi dengan kepolisian setempat dan meminta agar kasus itu segera ditindaklanjuti.

"Pada tanggal 13 petang, kepolisian setempat dilaporkan telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, terdiri dari 2 orang perempuan dan dua orang laki-laki," ujar Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).

Baca juga: Menteri P2MI Ungkap Ada 3 WNI Jadi Korban Penganiayaan Majikan di Malaysia

Keempatnya diketahui telah menjalani pemeriksaan awal, sementara proses penyelidikan masih berlangsung.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Berdasarkan laporan YY, rupanya ada korban lain yang turut menerima perlakuan serupa, yakni YA dan SH.

Ketiganya melaporkan penganiayaan yang terjadi pada akhir tahun 2025 sampai Januari 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pajak Kendaraan Listrik: Menjaga Lingkungan, Menopang Fiskal Daerah
• 10 jam laludetik.com
thumb
Dituduh Jambret, Ojol di Sawangan Depok Dianiaya Pakai Palu hingga Luka
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Ungkap Motif Sekuriti Bunuh Nenek dan Wanita Selingkuhan di Banyumas
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Upaya Mendorong Penguatan Literasi Keuangan Syariah
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Selat Hormuz Bakal Dibuka Usai AS-Iran Damai, DPR Berharap Harga Minyak hingga Kebutuhan Pokok Turun
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.