Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Misteri hilangnya seorang pria yang tenggelam di aliran Sungai Banger, Kota Pekalongan, akhirnya menemukan titik terang.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban setelah melakukan operasi penyisiran intensif yang sempat menyedot perhatian besar warga setempat.
Penemuan ini langsung menjawab teka-teki masyarakat yang terus memantau proses pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Ipda Mulyatno, Danton 4 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Jateng menjelaskan bahwa jasad pria tersebut ditemukan mengapung di pinggir sungai.
Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar 150 meter dari titik awal perkiraan jatuhnya korban di sekitar kawasan Jembatan Matana. Petugas SAR gabungan langsung melakukan tindakan evakuasi cepat begitu melihat objek yang terapung tersebut.
“Alhamdulillah, pada pukul 13.35 WIB korban berhasil kita temukan dalam keadaan terapung di pinggir sungai yang berjarak sekitar 150 meter dari perkiraan titik awal lokasi tenggelam,” ujarnya, Selasa (16/6/2026).
Terkait kondisi fisik, petugas memastikan tidak ada kerusakan berarti pada tubuh jasad pria yang diperkirakan berkulit gelap tersebut.
“Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal. Kondisi jasad korban saat dievakuasi masih dalam keadaan utuh dan berpakaian lengkap. Usianya diperkirakan sekitar 40 tahun,” ungkap Ipda Mulyatno jelas.
Namun hingga saat ini, identitas resmi korban masih belum diketahui pasti karena petugas tidak menemukan kartu pengenal. Guna keperluan penyelidikan lebih lanjut, jasad pria malang ini langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
“Identitasnya masih belum diketahui, dan nanti akan segera dilakukan proses identifikasi lebih mendalam oleh tim medis di rumah sakit,” tuturnya.
Perkembangan terbaru pasca-penemuan jasad tersebut disampaikan langsung oleh Kasat Polairud Polres Pekalongan Kota, IPTU Ponco Budiarto saat ditemui eranasional.com di RS Bendan.
Dirinya membeberkan bahwa tim identifikasi akhirnya berhasil mengungkap data diri korban yang sebelumnya sempat menjadi misteri. Korban diketahui merupakan warga lokal Pekalongan yang berprofesi sebagai seorang nelayan di daerah pesisir.
“Hasil dari identifikasi, korban bernama Abdurrahman usia 36 tahun, asal Kelurahan Klego dan berdomisili di Gang Sengkuyung RT 03 RW 13 Kelurahan Setono. Untuk pekerjaan, informasi dari masyarakat sekitar memang sebagai nelayan,” ungkap IPTU Ponco Budiarto.
Selain berhasil mengungkap identitas, IPTU Ponco juga memaparkan hasil pemeriksaan luar terkait kondisi fisik korban secara menyeluruh.
Petugas memastikan tidak ditemukan adanya indikasi ataupun kejanggalan tindak pidana yang mengarah pada penganiayaan fisik pada tubuh korban. Kabar penemuan ini pun sudah diteruskan secara resmi kepada pihak keluarga dekat korban.
“Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh tim medis, hasil dari visum luar menunjukkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan,” katanya.
Pihak keluarga korban juga sudah datang langsung ke rumah sakit. Setelah diperlihatkan jasad serta ciri-cirinya, orang tua korban meyakini bahwa itu memang anaknya.
Sebelumnya, insiden tragis ini sempat menggegerkan warga di sekitar Jembatan Matana, Gang Matana, Pekalongan Timur pada Senin siang. Korban dilaporkan mendadak hilang tenggelam di wilayah perbatasan antara Kelurahan Poncol dan Kelurahan Setono.
Tim SAR gabungan dari unsur TNI, Polri, dan relawan bahkan sempat menyisir sungai hingga malam hari.
Peristiwa memilukan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga lanjut usia bernama Siti Aminah (79) yang sedang melintas.
Siti menceritakan bahwa dirinya sempat mengira pria yang berada di dalam air tersebut hanya sedang asyik mandi. Namun saat ia menghentikan laju kendaraannya, pria misterius tersebut justru terlihat mulai megap-megap tenggelam.
“Saya kira ada orang mandi-mandian, makanya saya berhenti. Ternyata kok orang itu malah tenggelam, sempat muncul kembali ke permukaan sebanyak dua kali,” jelasnya.
Dia sempat melambaikan tangan ke atas, lanjutnya, tapi gerakannya kelihatan sudah sangat lemas. Terakhir, setelah melambaikan tangan, dia langsung tenggelam dan tidak naik lagi.
Melihat kejadian itu, Siti langsung berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar namun korban telanjur hilang ditelan arus.
Sungai Banger di titik tersebut dikenal memiliki karakteristik arus bawah yang kuat dengan kedalaman mencapai 5 meter. Beruntung, pada operasi SAR lanjutan keesokan harinya, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan oleh petugas. (em-aha)





