EtIndonesia.com Data terbaru dari Biro Sensus Amerika Serikat menunjukkan bahwa kelompok warga keturunan Asia, termasuk etnis Tionghoa, merupakan golongan yang taat hukum dalam masyarakat Amerika. Namun, menurut data resmi dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat, sebanyak 80% kasus mata-mata ekonomi bertujuan untuk “menguntungkan Partai Komunis Tiongkok”.
Sebuah laporan penelitian pada tahun 2021 juga menyebutkan bahwa dari 190 kasus mata-mata ekonomi di Amerika Serikat yang tercatat antara tahun 1996 hingga 2020, persentase tersangka yang memiliki nama Tionghoa meningkat tajam setelah tahun 2009, dan kini melebihi 50% dari seluruh jumlah tersangka.
Apa makna di balik perbedaan data yang sangat mencolok ini? Apa yang harus dilakukan warga keturunan Tionghoa agar tidak terjebak menjadi “mata-mata ekonomi” bagi Partai Komunis Tiongkok? Mari kita simak pandangan Mrs Sheng Xue, Wakil Ketua Front Demokrasi Kanada dan Juru Bicara Penulis Independen.
“Dalam kategori kejahatan biasa, seperti pencurian, perampokan, pembunuhan, dan tindak kriminal serupa, memang jumlah pelaku dari kalangan etnis Tionghoa relatif sedikit. Namun di sisi lain, data menunjukkan persentase keterlibatan dalam kasus mata-mata justru sangat tinggi. Mengapa hal ini bisa terjadi? Sebenarnya, hampir semua orang yang berasal dari Tiongkok Daratan pada dasarnya memiliki kelemahan atau titik lemah yang bisa dimanfaatkan oleh Partai Komunis Tiongkok,” katanya.
“Di dalam pola pikir dan cara pandang orang Tionghoa, masih banyak paham atau ideologi yang sudah ditanamkan secara paksa dan mendalam melalui pencucian otak – cara pandang yang sebenarnya tidak wajar. Seolah-olah yang melahirkan dan membesarkan mereka bukanlah orang tua kandung mereka, melainkan partai tersebut,” lanjutnya.
“Setelah Anda tiba di negara ini, Anda benar-benar perlu merenungkan hal-hal penting: pertama, makna hidup Anda, tujuan keberadaan Anda, serta masa depan keturunan Anda. Jangan hanya tergoda oleh keuntungan sesaat, atau berusaha mengambil keuntungan dari kedua belah pihak sekaligus,” tambahnya.
“Jika suatu hari Anda tertangkap, dampaknya tidak hanya menimpa diri Anda sendiri. Tentu saja, kehidupan dan masa depan Anda akan hancur, Anda akan menghadapi tuntutan pidana, kemungkinan dihukum penjara, namun dampak buruknya juga akan sangat terasa bagi anak-anak Anda,” katanya.
“Selain itu, kenyataannya Partai Komunis Tiongkok kini sedang mengalami kemunduran; ini adalah sebuah tren sejarah yang tidak bisa diubah menurut kehendak partai tersebut,” imbuhnya.
“Di saat seperti ini, jika Anda masih memilih menjadi korban atau alat bagi Partai Komunis Tiongkok – terlebih lagi di lingkungan yang telah memberikan kebebasan, demokrasi, dan segala kemudahan bagi Anda – maka sebenarnya Anda sedang menghancurkan diri sendiri. Dan bukan hanya diri Anda sendiri, Anda juga sedang menghancurkan keluarga Anda, serta masa depan anak-anak Anda sendiri,” jelasnya.




