Benarkah Iran Dapat Rp5.300 T Usai Teken MoU dengan AS? Ini Kata Washington

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Amerika Serikat menegaskan tidak ada dana yang dicairkan kepada Iran sebagai imbalan atas penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perdamaian untuk penghentian perang dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengatakan kesepakatan yang telah ditandatangani secara digital pada Minggu (14/6) itu tidak otomatis membuat aset Iran yang dibekukan dapat diakses.

"Tidak ada uang yang dicairkan, dan itu tidak akan berubah," kata Vance dalam wawancara dengan ABC News, Senin (15/6).

Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons berbagai laporan yang menyebut Iran akan memeroleh dana puluhan hingga ratusan miliar dolar AS sebagai bagian dari kesepakatan dengan Washington.

Menurut Vance, insentif yang dibahas adalah pencabutan sanksi ekonomi bila Iran bersedia membuat dan menjalankan komitmen terkait program nuklirnya. Salah satunya adalah menghapus stok uranium yang diperkaya atau enriched uranium serta menerima mekanisme verifikasi internasional untuk memastikan Teheran tidak mengembangkan senjata nuklir.

"Jika kami melihat Iran benar-benar mengambil tindakan, misalnya menghapus stok material yang telah diperkaya, maka keringanan sanksi akan mengikuti. Jika kami melihat Iran mengizinkan rezim verifikasi yang kami perlukan untuk memastikan mereka tidak akan membangun senjata nuklir, maka keringanan sanksi juga akan mengikuti," ujar Vance.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa Iran akan memperoleh pencairan atas dana yang sebelumnya dibekukan sebesar US$24 miliar atau sekitar Rp424 triliun selama masa negosiasi akhir yang berlangsung 60 hari. Separuh dari jumlah tersebut diklaim akan tersedia sebelum perundingan final dimulai.

Sedangkan kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, mengutip draf MoU menyebut bahwa Amerika Serikat dan sekutunya akan menjamin pemulihan ekonomi Iran dengan nilai sedikitnya US$300 miliar atau lebih dari Rp 5.300 triliun.

Dalam wawancara lainnya dengan CBS News pada Senin (15/6), Vance mengatakan bahwa angka US$24 miliar tidak pernah tercantum dalam dokumen yang dibahas antara Amerika Serikat dan Iran.

"Kami terbuka untuk membahas berbagai hal, termasuk kemungkinan pencairan aset, tetapi angka US$24 miliar sama sekali tidak muncul dalam dokumen yang kami bicarakan dengan Iran," ujarnya.

Sedangkan terkait dana pemulihan senilai US$300 miliar, menurut Vance, itu bukan bantuan tunai dari pemerintah Amerika Serikat, melainkan potensi akses terhadap investasi yang didanai negara-negara Teluk untuk rekonstruksi Iran. Akses tersebut bisa diperoleh bila Iran memenuhi seluruh kewajibannya dalam kesepakatan, termasuk terkait program nuklirnya.

Sebagai informasi, AS dan Iran dijadwalkan melakukan penandatanganan kesepakatan damai secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6), sebagai tindak lanjut atas penandatanganan kesepakatan secara digital pada Minggu (14/6).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Pakistan Salah Lepaskan Tembakan, Seorang Anak Asal Australia Tewas
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sering Diabaikan, 5 Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Meningkatkan Kualitas Hidup
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
BNI sediakan layanan operasional terbatas saat libur Tahun Baru Islam
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Menelusuri Jejak Bung Karno di Rumah Pengasingan Bengkulu, Nyalakan Nasionalisme Lewat Monte Carlo
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman: RI Faktor Stabilitas ASEAN
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.