Seekor anjing pomeranian bernama Sissy yang menjadi korban pelecehan di Dogs Ministry, Penjaringan, Jakarta Utara, mengalami perubahan perilaku. Perubahan itu terjadi tak lama dari peristiwa pelecehan yang dilakukan salah satu customer terhadap Sissy pada Senin (1/6) lalu.
Manager Operasional Dogs Ministry, Yuliana Monica Petronela mengungkapkan bahwa Sissy langsung menjalani visum usai kejadian tersebut.
“Sissy itu pada hari pertama, pada malam pertama itu dia menunjukkan perubahan perilaku kalau dari hasil visumnya,” ungkap Monica saat dihubungi kumparan, Selasa (16/6).
Monica juga menyebut, usai kejadian Sissy jadi pendiam. Hal itu kontras dengan perilaku sebelumnya yang sangat aktif.
“Biasanya kan anak itu lari ke sana ke mari, aktif, friendly, manis. Sekarang pas habis kejadian itu jadi kayak lebih pendiam, dia tiduran terus sih jadinya,” ujar Monica.
Sementara itu, berat badan anjing Sissy pun menurun signifikan. Ia juga didiagnosa anemia.
“Hari ketiga kemudian itu ditimbang juga dia turun 800 gram, yang mana kalau untuk anjing kecil itu banyak banget gitu 800 gram tuh. Dan dia didiagnosa anemia karena dia nggak mau makan kan,” tutur Monica.
Monica juga menjelaskan, darah anjing Sissy sempat dicek oleh dokter untuk diperiksa kesehatannya. Hal itu karena Monica khawatir sebab anjing Sissy bukan hewan pertama milik Dogs Ministry yang dilecehkan pelaku.
“Kita mau cari tahu apakah ada penyakit di dalam atau nggak, karena kan takutnya ada virus atau bakteri apa yang nggak jelas ya kan. Apalagi mendengar dia (pelaku) nggak gitu sama Sissy doang, sama anjing tetangganya pun begitu, jadi kita juga kan worry kan,” ungkap Monica.
“Tiga hari kemudian kita tes darah, hasilnya sih nggak ada penyakit lain,” imbuhnya.
Perubahan perilaku tersebut, kata Monica, dikarenakan kepala anjing Sissy dipaksa untuk menjilat kemaluan pelaku saat pelecehan terjadi.
“Karena kan ada sempat dipaksa kepalanya kayak dipaksa gitu loh kepalanya,” sebutnya.
Monica mengatakan anjing Sissy tidak dipindahkan ke tempat lain agar ia tetap bersama lingkungan yang dikenalinya untuk menyembuhkan traumanya. Namun, ia diletakkan secara terpisah bila situasi di Dogs Ministry sedang ramai.
“Sissy masih di situ karena kan dia takutnya kita, dia trauma kan. Jadi kalau misalnya dibawa ke lingkungan baru lagi takutnya dia malah tambah stres,” jelas Monica.
“Jadi kita biarkan tetap dia ada di rumahnya sama orang-orang yang dia kenal. Cuma kita limit interaksi dia sama pelanggan dulu gitu,” tandasnya.
Adapun pelaku dalam kasus ini merupakan pria berinisial OWL (22). Kasus ini telah dilaporkan kepada Polsek Penjaringan dan tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian.
"Kita sampaikan bahwa Polsek Metro Penjaringan memang telah menerima laporan terkait masalah kejadian, kita sebut penyimpangan seksual terhadap salah satu objeknya itu hewan. Untuk TKP berada di Dog Ministry wilayah Penjaringan," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea kepada wartawan saat jumpa pers di Polsek Penjaringan, Senin (15/6).
Menurut Sampson, korban dan sejumlah saksi telah diperiksa. Sementara pria yang dilaporkan juga sudah dimintai keterangan, namun statusnya masih sebagai saksi.





