Bisnis.com, JAKARTA — PT Astra Daihatsu Motor menilai pemulihan pasar otomotif nasional yang mulai terlihat pada Mei 2026 masih dibayangi sejumlah tantangan struktural, mulai dari pelemahan daya beli masyarakat hingga meningkatnya kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di sektor pembiayaan kendaraan.
Marketing & Customer Relations Division Head Astra International Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono mengatakan kondisi industri saat ini belum banyak berubah dibandingkan periode sebelumnya. Sejumlah faktor eksternal dan domestik masih menjadi perhatian utama pelaku usaha otomotif.
"Terkait dengan tantangan di industri otomotif saat ini belum berbeda dengan periode sebelumnya, seperti daya beli masyarakat, NPL yang naik, nilai tukar yang naik dan juga isu global yang terjadi," ujar Tri kepada Bisnis, dikutip Selasa (16/6/2026).
Di tengah tantangan tersebut, Daihatsu masih membukukan kinerja penjualan yang relatif solid. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales atau distribusi dari pabrikan ke dealer mencapai 59.420 unit sepanjang Januari-Mei 2026.
Sementara itu, penjualan ritel atau pengiriman kendaraan dari dealer kepada konsumen tercatat sebanyak 59.484 unit pada periode yang sama. Capaian tersebut menempatkan Daihatsu sebagai salah satu pemain utama di pasar otomotif nasional.
Pada segmen kendaraan penumpang, kontribusi terbesar berasal dari model low cost green car (LCGC), yakni Sigra dan Ayla. Kedua model tersebut membukukan penjualan gabungan sebanyak 17.893 unit atau menyumbang sekitar 30% terhadap total penjualan Daihatsu selama lima bulan pertama tahun ini.
Baca Juga
- Daihatsu Tingkatkan Layanan Purna Jual
- Daihatsu Catat Penjualan 59.484 Unit hingga Mei 2026, Gran Max Jadi Andalan
- Dealer Berguguran, Intip Kinerja Penjualan Mobil Daihatsu
Selain lini LCGC, sport utility vehicle (SUV) Terios juga menjadi salah satu tulang punggung penjualan dengan capaian 6.063 unit atau berkontribusi sekitar 10%. Adapun model lain seperti Xenia, Rocky, Sirion, dan Luxio secara kolektif menyumbang sekitar 5.000 unit atau setara 9% dari total penjualan.
Di segmen kendaraan komersial, Gran Max masih menjadi model andalan Daihatsu. Total penjualan Gran Max mencapai 30.454 unit, terdiri atas Gran Max Pick Up sebanyak 20.294 unit dengan kontribusi sekitar 34%, serta Gran Max Mini Bus sebanyak 10.160 unit atau sekitar 17% dari total penjualan.
Di sisi lain, perseroan juga menghadapi tantangan dari sisi jaringan distribusi, setelah mitra dealer Asco Automotive menutup 11 outlet Daihatsu yang tersebar di Jakarta, Bekasi, hingga sejumlah kota di Jawa Timur sejak awal Juni 2026.
"Terkait dengan adanya penutupan salah satu [mitra] dealer Daihatsu, pada dasarnya kami menghargai setiap keputusan yang telah diambil oleh pihak dealer sebagai bagian dari dinamika bisnis yang terjadi," katanya.
Meski demikian, Daihatsu memastikan layanan kepada konsumen tetap berjalan normal. Tri menegaskan perseroan akan memaksimalkan operasional jaringan dealer yang masih aktif untuk menjaga kinerja penjualan sekaligus memastikan kebutuhan layanan purnajual pelanggan tetap terpenuhi.





