Parigi, Sulteng (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sekitar 15 rumah warga di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), mengalami kerusakan akibat dampak guncangan gempa magnitudo 6,7.
"Data ini masih bersifat sementara, karena Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai di Parigi, Selasa.
Belasan rumah rusak berada di empat desa yakni Desa Torue (Kecamatan Parigi Selatan) sebanyak empat rumah dengan jumlah warga terdampak empat Kepala Keluarga (KK). Kemudian satu rumah terdampak di Desa Tolai, dengan warga terdampak satu KK dan satu lansia, lalu di Desa Torue (Kecamatan Torue) sembilan rumah terdampak dengan 15 KK atau 36 jiwa, dan Desa Sausu Trans (Kecamatan Sausu) satu rumah dengan satu KK terdampak.
Baca juga: Wagub Sulteng pastikan penanganan warga terdampak gempa
"Belum ada laporan korban jiwa, termasuk kerusakan fasilitas umum dari peristiwa itu. Kami terus melakukan pembaruan informasi kepada masyarakat, terkait penanganan pascagempa," ujarnya.
Sementara itu Plt Kepala Rumah Sakit (RS) Anuntaloko Irwan mengatakan saat ini sebagian besar pasien sudah dipindahkan ke ruang rawat inap setelah sempat dievakuasi akibat guncangan gempa.
Begitupun kegiatan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kini telah dilaksanakan di dalam ruangan.
Baca juga: Bupati: Sejumlah ruas jalan di Sigi tertimbun longsor akibat gempa
"Sempat pasien dievakuasi ke luar ruangan, sekarang sebagian besar sudah kami kebalikan ke ruang perawatan. Meski begitu kami tetap bersiaga, khawatir terjadi gempa susulan," ucapnya.
Otoritas RS setempat juga mengimbau masyarakat dan pasien tetap tenang dan jangan panik, informasi perkembangan pascagempa terus diperbaharui oleh Pemkab Parigi Moutong dan otoritas berwenang.
"Kami juga sedang melakukan periksa anggota kondisi bangunan RS dan peralatan medis lainnya. Perkembangan informasi akan kami sampaikan selanjutnya," tutur Irwan.
Baca juga: Basarnas dan BPBD siapkan tenda darurat di RS Undata Palu
"Data ini masih bersifat sementara, karena Tim Reaksi Cepat (TRC) masih melakukan pendataan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai di Parigi, Selasa.
Belasan rumah rusak berada di empat desa yakni Desa Torue (Kecamatan Parigi Selatan) sebanyak empat rumah dengan jumlah warga terdampak empat Kepala Keluarga (KK). Kemudian satu rumah terdampak di Desa Tolai, dengan warga terdampak satu KK dan satu lansia, lalu di Desa Torue (Kecamatan Torue) sembilan rumah terdampak dengan 15 KK atau 36 jiwa, dan Desa Sausu Trans (Kecamatan Sausu) satu rumah dengan satu KK terdampak.
Baca juga: Wagub Sulteng pastikan penanganan warga terdampak gempa
"Belum ada laporan korban jiwa, termasuk kerusakan fasilitas umum dari peristiwa itu. Kami terus melakukan pembaruan informasi kepada masyarakat, terkait penanganan pascagempa," ujarnya.
Sementara itu Plt Kepala Rumah Sakit (RS) Anuntaloko Irwan mengatakan saat ini sebagian besar pasien sudah dipindahkan ke ruang rawat inap setelah sempat dievakuasi akibat guncangan gempa.
Begitupun kegiatan pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kini telah dilaksanakan di dalam ruangan.
Baca juga: Bupati: Sejumlah ruas jalan di Sigi tertimbun longsor akibat gempa
"Sempat pasien dievakuasi ke luar ruangan, sekarang sebagian besar sudah kami kebalikan ke ruang perawatan. Meski begitu kami tetap bersiaga, khawatir terjadi gempa susulan," ucapnya.
Otoritas RS setempat juga mengimbau masyarakat dan pasien tetap tenang dan jangan panik, informasi perkembangan pascagempa terus diperbaharui oleh Pemkab Parigi Moutong dan otoritas berwenang.
"Kami juga sedang melakukan periksa anggota kondisi bangunan RS dan peralatan medis lainnya. Perkembangan informasi akan kami sampaikan selanjutnya," tutur Irwan.
Baca juga: Basarnas dan BPBD siapkan tenda darurat di RS Undata Palu





