Megawati Beri Perhatian Khusus pada Disabilitas di Peresmian Istana Gebang

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kalangan penyandang disabilitas. Sikap tersebut terlihat dalam sebuah momen saat peresmian Istana Gebang, rumah masa kecil Proklamator Soekarno, di Blitar, yang luput dari perhatian publik.

Politisi muda PDI Perjuangan, Muhammad Syaeful Mujab, mengungkapkan bahwa di tengah rangkaian acara peresmian, Megawati memperhatikan seorang penyandang disabilitas yang berada di sisi panggung. "Ada satu peristiwa yang luput dari perhatian saat peresmian Istana Gebang, rumah tempat Sang Proklamator Bung Karno menghabiskan masa kecilnya di Blitar kemarin," ujar Mujab di Blitar, Selasa (16/6).

BACA JUGA: Megawati Kritik Minimnya Petugas Museum Istana Gebang: Harusnya Bisa 10 Orang

Menurut Mujab, ketika pertunjukan tari mulai digelar, Megawati melihat seorang pria yang menggunakan tongkat dan memiliki keterbatasan pada salah satu kakinya berdiri di sisi kanan panggung sambil mengabadikan acara. Melihat hal itu, Megawati kemudian memanggil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan memberikan isyarat agar pria tersebut diberi tempat duduk yang lebih nyaman di dekat panggung. "Bu Mega memanggil Mas Hasto dan memberi kode agar bapak tersebut diberi kursi di sisi panggung," kata Mujab.

Menindaklanjuti arahan itu, Hasto segera mendatangi pria tersebut dan meminta petugas untuk menyediakan kursi di area dekat panggung. Pria yang diketahui bernama Agus Pristiono itu tampak terkejut sekaligus gembira atas perhatian yang diberikan kepadanya. Dari tempat duduk yang disediakan, Agus kemudian dapat menikmati rangkaian pentas seni dan budaya yang menjadi bagian dari acara.

BACA JUGA: Napak Tilas di Istana Gebang Blitar, Megawati Ingatkan Soal Perawatan Barang Sejarah

Mujab menilai kepedulian Megawati terhadap penyandang disabilitas bukanlah hal yang baru. Ia mengaku pernah mendengar kisah serupa yang terjadi di kawasan Taman Suropati, Jakarta, di mana Megawati meminta ajudan untuk mencari tahu nama dan alamat seorang penyandang disabilitas agar bisa diberikan bantuan. "Pohon saja dirawat Bu Megawati, apalagi untuk kemanusiaan. Inilah keteladanan dari Ibu Megawati yang patut dicontoh," kata Mujab.

Sementara itu, Hasto Kristiyanto juga mengungkapkan contoh lain perhatian Megawati kepada penyandang disabilitas, yaitu saat perayaan ulang tahun ke-78 Megawati pada Januari 2025. Dalam kesempatan tersebut, Megawati memberikan potongan tumpeng kepada sejumlah peserta, termasuk seorang sinden cilik penyandang disabilitas bernama Savia. "Ibu Megawati memberi perhatian khusus pada sinden cilik bernama Savia," ujar Hasto. Menurut Hasto, Megawati tidak hanya menyerahkan potongan tumpeng, tetapi juga menggenggam tangan Savia dengan hangat dan mengajaknya berjoget ringan di atas panggung.

BACA JUGA: Pidato di Blitar, Megawati Bicara Harga Cabai dan Persahabatan dengan Prabowo

Lebih jauh, Hasto menegaskan bahwa perhatian Megawati tidak terbatas pada penyandang disabilitas semata, tetapi juga terhadap persoalan kesehatan masyarakat tanpa memandang latar belakang maupun pilihan politik. "Soal kesehatan, Bu Mega tidak melihat warna politik. Beliau selalu memberi saran kepada orang yang ditemuinya atau diketahuinya sedang sakit," kata Hasto. Menurutnya, berbagai tindakan sederhana namun penuh empati tersebut menjadi cerminan konsistensi Megawati dalam menempatkan nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dari pengabdian dan kepemimpinannya. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Didampingi Putra dan Cicit, Megawati Berziarah ke Blitar


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Takut Dipecat Karena Hamil, WNI di Jepang Sembunyikan Jenazah Bayinya
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Peringati 1 Muharram dan Milad ke-72, UMI Gelar Jalan Sehat
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Hangtuah Jakarta lepas pelatih dan kapten tim
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
BGN Tegaskan Pegawainya Tidak Boleh Punya Dapur MBG, Ini Alasannya
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Palu Diguncang 71 Kali Gempa Susulan Pascagempa Dahsyat M6,7
• 8 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.