Selat Hormuz Akan Dibuka, QatarEnergy Bakal Tingkatkan Produksi LNG hingga 80%

kumparan.com
23 jam lalu
Cover Berita

QatarEnergy, operator fasilitas gas alam cair (LNG) milik Qatar, memperkirakan akan meningkatkan produksi hingga sekitar 50 persen dari kapasitas per bulan usai Selat Hormuz kembali dibuka. Peningkatan ini akan dilakukan secara bertahap hingga angka peningkatan 80 persen dalam waktu dua bulan. Informasi ini diterima dari sumber yang enggan dicantumkan identitasnya.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (16/6), pemulihan kapasitas produksi yang tersisa yang setara dengan dua jalur produksi LNG diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun usai mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran pada Maret lalu.

QatarEnergy belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait informasi tersebut.

Qatar menghentikan operasional fasilitas LNG terbesar di dunia pada pekan pertama perang menyusul serangan Iran. Situasi itu memicu pembatalan sejumlah pengiriman dan mencoreng reputasi Qatar sebagai pemasok energi yang selama ini dikenal andal.

Kompleks Ras Laffan, yang tahun lalu menyumbang hampir seperlima pasokan LNG global, sebagian besar tidak beroperasi selama lebih dari tiga bulan karena penutupan efektif Selat Hormuz membuat pengiriman gas dalam jumlah besar menjadi sangat sulit dilakukan.

Meski demikian, Qatar telah menyiapkan berbagai langkah sejak April untuk mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi ketika kondisi memungkinkan.

QatarEnergy diketahui telah melakukan pengujian peralatan dan perawatan yang diperlukan sejak April. Sejumlah jalur produksi juga tetap beroperasi dengan kapasitas terbatas untuk memasok kebutuhan negara-negara tetangga. Namun, fasilitas tersebut dinilai siap meningkatkan produksi dengan cepat ketika dibutuhkan.

Kemampuan mengembalikan sekitar separuh kapasitas produksi hanya dalam waktu satu bulan dinilai lebih cepat dibandingkan perkiraan sejumlah analis dan pelaku perdagangan energi.

Kembalinya pasokan LNG Qatar ke pasar diperkirakan dapat membantu meredakan krisis pasokan energi global. Meski terdapat kesepakatan damai sementara antara AS dan Iran, harga LNG di Eropa dan Asia masih berada di atas level sebelum perang.

Qatar memang masih mampu mengirim sebagian kargo LNG dari Teluk Persia ke pembeli di Asia dengan menyamarkan lokasi kapal tanker sebagai langkah keamanan. Namun, volume pengiriman tersebut masih jauh di bawah tingkat normal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab Teddy Bertemu Dubes India, Bahas Rencana Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia
• 7 jam laluokezone.com
thumb
3 Hari Pencarian, Korban Terseret Banjir Sungai Rongkong Ditemukan Tewas Tersangkut Ranting
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Balai Besar TNBTS Mengamankan 13 Terduga Pendaki Ilegal Gunung Semeru dan Masih Memburu Empat Orang Lainnya
• 20 jam lalupantau.com
thumb
RI Masuk Era Bensin Bioetanol di Tengah Tren Global yang Menguat
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Era Suku Bunga Tinggi Kembali, Demi Rupiah Bertaji
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.