Debt Collector Bisa Hilang, Teror Muncul dalam Bentuk Baru

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: infografis/OJK Atur Cara dan Larangan Tagih Utang Pinjol/Aristya rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini mulai mengancam profesi penagih utang atau debt collector. Agen AI kini mulai digunakan untuk memburu debitur yang telat membayar kewajibannya.

Amerika Serikat mengalami inflasi tinggi dan masyarakatnya mulai kesulitan mencari pekerjaan, nilai utang di Amerika Serikat pun mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi ini membuat jumlah pembayaran yang terlambat dan keterlambatan pembayaran kredit terus meningkat tajam.

Para kreditur pun perlahan mulai menggunakan agen AI untuk menggantikan peran penagih utang manusia untuk menagih debitur yang telat bayar utang.


Laporan terbaru dari Futurism menunjukkan penggunaan agen AI dalam penagihan utang makin meluas. Salah satu contoh dialami seorang warga Seattle bernama Ben. Ia menerima telepon dari "Eve", agen suara buatan yang dikirimkan oleh perusahaan penagihan ProCollect, terkait sengketa utang sebesar US$ 226 (Rp 4 juta) kepada pemilik tempat tinggalnya sebelumnya. Ben padahal sudah melunasi kewajiban tersebut.

Pilihan Redaksi
  • Cara Mudah Tahu NIK KTP Dipakai Orang Buat Pinjol atau Tidak
  • Terkuak! Segini Bayaran Debt Collector Tarik Mobil Kredit Macet

Saat berbicara, Eve hanya bertanya secara berulang, "Apakah Anda ingin menyelesaikannya hari ini dengan kartu atau transfer bank?" dan menolak menghubungkan Ben dengan staf manusia meski ia sudah menjelaskan situasinya.

Ben sempat mencoba menguji sistem AI tersebut dengan cara yang tidak lazim, hingga akhirnya ia dihubungkan ke staf manusia.

Petugas manusia itu kemudian memverifikasi bahwa utang tersebut memang sudah diselesaikan dan penagihan itu adalah kesalahan. Menurut Pedro Fernández, pendiri perusahaan layanan panggilan berbasis AI Altur, industri penagihan utang termasuk salah satu sektor yang paling awal dan cepat mengadopsi teknologi ini.

Perusahaannya saja sudah mengelola lebih dari 2,5 juta panggilan penagihan setiap bulannya menggunakan agen AI. Namun, sistem ini memiliki kelemahan yang cukup besar. Data utang biasanya berpindah tangan dari kreditur asli ke pembeli utang lain, dalam bentuk catatan yang berantakan.

Catatan yang tidak rapi membuat AI rentan melakukan kesalahan, seperti menagih utang yang sudah lunas atau menagih kepada pihak yang salah.

Meskipun penagih utang manusia sering kali dianggap mengganggu, tetapi mereka jauh lebih fleksibel dan mampu bernegosiasi saat terjadi ketidaksesuaian data atau sengketa. Berbeda dengan sistem otomatis yang bekerja berdasarkan pola dan data yang dimasukkan, manusia mampu mendengarkan penjelasan, memahami konteks, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih masuk akal.

Hingga saat ini, penggunaan AI dalam penagihan utang terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Meski menawarkan efisiensi bagi perusahaan, tantangan mengenai akurasi data dan keadilan dalam proses penagihan masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan sebelum teknologi ini benar-benar dapat dipercaya sepenuhnya.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Kalah Dari Malaysia-Singapura, Ini PR RI Perkuat Kedaulatan Data

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Inul Daratista Buka Suara soal Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah, Bandingkan dengan Maia Estianty dan Ahmad Dhani
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Klaim Swasembada Delapan Komoditas Pangan Versi Amran
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Memastikan Penanganan Warga Pascagempa Magnitudo 6,7 Terus Berjalan
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Kantor Bupati Sigi hingga Auditorium Untad Rusak Akibat Gempa M 6,7
• 6 jam laludetik.com
thumb
Susunan pemain Arab Saudi vs Uruguay, Nunez isi lini depan Uruguay
• 16 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.