BBM Jenis Baru Diluncurkan 1 Juli, Ini Spesifikasinya

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Antrean pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di Ciputat Raya, Tangerang Selatan, Rabu (10/6/2026) malam. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menargetkan implementasi mandatori pencampuran biodiesel 50% (B50) pada bahan bakar minyak (BBM) jenis soal mulai 1 Juli mendatang.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan dirinya akan menggelar rapat bersama tim uji coba selama satu pekan ke depan dalam rangka memastikan kesiapan implementasi BBM jenis baru B50.

"B50 sesuai dengan jadwal akan diimplementasikan pada 1 Juli 2026. Mungkin satu minggu lagi saya akan melakukan rapat dengan tim uji coba. Sekarang kan kita masih terus melakukan uji coba," ujar Bahlil, Senin (15/6/2026) kemarin.


Menurut hasil uji coba B50 menunjukkan perkembangan yang positif dalam uji coba tahap akhir tengah dilakukan untuk melihat kesiapan rencana tersebut. Sejauh ini, sekitar 80-90% parameter pengujian telah memberikan hasil yang baik.

Pilihan Redaksi
  • Airlangga Bocorkan Rencana Bantuan Langsung Tunai, Ini Katanya
  • Viral Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax, Ini Penjelasan Pertamina

"Sekitar 80-90% hasil uji coba, alhamdulillah baik. Bahkan kadar airnya dibandingkan dengan B40 itu lebih baik di B50. Namun, hasil akhirnya akan kami sampaikan setelah rapat evaluasi final," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru, terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menjelaskan pemerintah tengah menyelesaikan regulasi agar bisa diimplementasikan bersamaan di berbagai sektor pada Juli mendatang.

"Dan untuk proyeksi hingga Desember 2026 dengan adanya penambahan 50% ini, maka penghematan devisa yang bisa dilakukan mencapai Rp 157,28 triliun dan peningkatan nilai tambah CPO juga merambah naik menjadi Rp 24,68 triliun," paparnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Sementara itu, pemerintah mencatat adanya kenaikan target penyaluran seiring transisi program B40 menuju B50. Pada tahun 2026 dialokasikan sebesar 15,64 juta kiloliter (KL) menjadi 17,60 juta kiloliter (KL) dengan penerapan kebijakan baru mulai awal Juli mendatang.

Pemerintah menjelaskan skema penyaluran pemberitaan insentif tetap sama seperti sebelumnya. Dukungan insentiuf hanya diberikan untuk penyaluran sektor Public Service (PSO) dan sektor di luarnya dilepas mengikuti mekanisme harga pasar.

"Alokasi PSO dan non-PSO akan seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Disalurkan insentif untuk yang sektor PSO saja," imbuhnya.

Dengan pengimplementasan B50 diharapkan bisa memberikan dampak sosial dengan penyerapan tenaga kerja yang mencapai sekitar 2,2 juta orang.

Untuk sisi lingkugan, peningkatan energi terbarukan ditargetkan bisa menekan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton Co2 sepanjang 2026.

"Manfaat mandatori biodiesel telah kita ketahui bahwa biodiesel 40% itu sudah dilakukan sejak tahun 2025 lalu dan ini menghasilkan total realisasi di tahun 2025 adalah sebesar 14,94 juta kl, capaiannya 95,67% terserap untuk sektor PSO dan non-PSO," tandasnya.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Hilirisasi Sawit, KEK Sei Mangkei Produksi Margarin - Biodiesel

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Motif Percobaan Penculikan Kakek di Penjaringan
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Cara Gus Zainul Arifin Merangkul Generasi Z Lewat Konten Dakwah Kreatif
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Hasil Piala Dunia 2026: Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan Lawan Mesir
• 16 jam lalumedcom.id
thumb
Piala Wali Kota Surabaya 2026, ESI Panaskan Mesin Atlet Esports Tatap Porprov Jatim 2027
• 10 jam laluberitajatim.com
thumb
4 Penyelundupan Narkoba di Lapas-Rutan Jakarta Digagalkan, Modus Sembunyikan di Organ Intim
• 4 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.