Komitmen Kapolri Dinilai Jadi Langkah Maju Memperkuat Demokrasi Tetap Sehat

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Analis kebijakan publik dan sosial-politik, Nasky Putra Tandjung menyampaikan apresiasi terhadap jajaran Mabes Polri, Polda, hingga Polres di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Menurut dia, Korps Bhayangkara telah melakukan pendekatan humanis dalam mengawal dan mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat.

BACA JUGA: Boni Hargens: Kompolnas Diperkuat Dalam UU Polri Baru, Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud

“Apresiasi tinggi layak diberikan kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya atas penerapan pendekatan humanis, persuasif, dan tanpa senjata api dalam mengawal berbagai aksi unjuk rasa di berbagai wilayah," ujar Nasky dalam keterangannya, Selasa (16/6).

Nasky menilai rangkaian aksi unjuk rasa mahasiswa tersebut telah berlangsung aman, kondusif, dan tertib.

BACA JUGA: Wamenkum Ungkap Alasan Menambahkan Diksi di Pasal Usia Pensiun Kapolri

"Langkah itu berhasil memastikan penyampaian aspirasi berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat berjalan aman, damai, serta tertib,” ujar Nasky.

Dia mengatakan pendekatan persuasif yang humanis dan tidak represif oleh Korps Bhayangkara tersebut menjadi langkah maju Polri.

Hal itu sejalan juga dalam menjaga ruang demokrasi yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebebasan berpendapat.

“Ini menunjukkan wajah Polri yang lebih humanis, profesional, sesuai dengan ketentuan hukum, dan menghormati hak mahasiswa sebagai warga negara yang sedang menjalankan hak konstitusionalnya,” ujarnya.

Nasky yang juga menjabat Ketua Indonesia Youth Epicentrum menegaskan penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional.

Namun, Nasky mengingatkan hak tersebut bukan tanpa batas. Pelaksanaan penyampaian pendapat tetap harus menghormati hak masyarakat lainnya, menjaga ketertiban umum, serta mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.

Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu juga menilai pola pengamanan tanpa kekerasan harus dijadikan standar baku (role model) bagi seluruh jajaran kepolisian di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut penulis buku Polri Presisi tersebut, keamanan dan ketertiban umum tetap dapat dijaga melalui pendekatan humanis, dan dialogis tanpa harus mengedepankan tindakan represif.

"Oleh karena itu, kami berharap konsistensi Polri dalam hal ini dapat memperkuat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” tegasnya.

Dia menambahkan langkah proaktif dan komunikatif tersebut menunjukkan komitmen aparat dalam merawat demokrasi, sekaligus meminimalkan potensi benturan antara mahasiswa dan petugas di lapangan.

Selain itu, Founder Nasky Milenial Center (NMC) tersebut menyebut Polri yang humanis sangat dibutuhkan dalam situasi yang penuh tensi ketegangan saat ini.

“Pendekatan Polri yang terukur mencerminkan keseimbangan antara penegakan ketertiban umum dan penghormatan terhadap hak-hak sipil warga negara," bebernya.

Nasky mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh politik, pegiat media sosial, dan seluruh warga negara untuk bersama-sama menjaga kualitas komunikasi publik dengan mengedepankan etika, penghormatan terhadap perbedaan, serta semangat mencari solusi.


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Kota Ambon gelar pawai rayakan tahun baru Islam 1448 Hijriah
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Temui Wapres Gibran, Ini Sederet Poin Tuntutan yang Disampaikan Mahasiswa
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Peristiwa 16 Juni: Perang Belasting, Ketika Rakyat Sumbar Angkat Senjata Tolak Pajak Belanda
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Cara Mudah Nonton Live Streaming Resmi Pertandingan Prancis vs Senegal di HP
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Membuka Jalan bagi Lulusan SMK untuk Bekerja di Luar Negeri
• 3 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.