BGN Pastikan Masyarakat Bisa Kawal Ketat Dapur MBG: Kami Akan Buat Setransparan Mungkin

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan masyarakat akan bisa mengakses data Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan evaluasi memperbaiki tata kelola program MBG.

Baca Juga :
Kata Wakil Kepala BGN soal Nasib Pengadaan 21.000 Unit Motor Listrik
Aturan Insentif Rp6 Juta per Hari Buat Dapur MBG Bakal Dirombak Total, Begini Penjelasannya!

Fokus pertama BGN saat ini ialah mengevaluasi penerima manfaat MBG. Arum menyebut penerima MBG akan dikurangi agar bisa menghemat APBN. Kemudian, BGN akan memperbaiki tata kelola dapur.

Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menata menu Makan Bergizi Gratis (MBG)
Photo :
  • ANTARA FOTO/Maulana Surya

“Pokoknya kami ini sekarang bicaranya pembenahan dulu ya, 2026 ini target penerima manfaat, lalu baru bicara dapur,” ungkap Arum dikutip Selasa, 16 Juni 2026.

Arum mengatakan BGN berkomitmen untuk membuat program MBG menjadi transparan, sehingga masyarakat dapat mengakses dan mengawasi langsung program tersebut.

“Nanti kami akan membuat bagaimana mungkin proses ini setransparan mungkin. Ibu dan bapak bisa mengakses, bisa ikut melihat, bisa ikut mengawasi karena itu adalah program yang strategis ya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arum mengatakan BGN membuka peluang memangkas penerima MBG. Terkait hal ini, BGN telah berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan lembaga terkait.

“Menurut Kementerian Kesehatan intervensi gizi sebaiknya dilakukan, misal teknisnya ya, itu adalah dari usia kandungan sampai dengan 1000 hari pertama usia kelahiran itu volume otak bisa maksimal,” ujar Arum.

“Lalu sampai dengan dua tahun itu nanti

ada intervensi gizi, lalu sampai dengan usia selanjutnya. Bentuknya adalah pemenuhan gizi,” lanjutnya.

Ilustrasi dapur MBG atau SPPG
Photo :
  • Dok BGN

Untuk itu, BGN melakukan evaluasi penerima manfaat. Menurut Arum, siswa SMA kemungkinan akan dicoret dari daftar penerima MBG. Begitu juga bagi siswa SMP kategori sekolah mahal.

“Contoh misalnya lah SMA ya, mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG. Apalagi SMA-SMP yang apa ya, mungkin yang uang saku anak-anaknya saja sudah Rp100 ribu, Rp200 ribu, mungkin yang high class gitu itu tidak perlu lagi,” jelas Arum.

tvOnenews.com/Syifa Aulia

Baca Juga :
Sony Sonjaya Diduga Korupsi MBG Triliunan, tapi Pakai Pengacara Pro Bono Alias Gratis!
Pigai Tegas: Program Makan Bergizi Gratis Bukan Pelanggaran HAM, Justru Wujud Pemenuhan Hak Dasar Warga
Ngakunya Bersih, Terbongkar Kebohongan Sony Sonjaya yang Bikin Elza Syarief Mundur Jadi Pengacaranya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Basic Rules saat Chat dengan Rekan Lawan Jenis di Kantor
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Baru juga Jadi Suami Istri, Unggahan Bek Timnas Indonesia Justin Hubner Buat Jennifer Coppen Kesal: Uji Kesabaran
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Mahfud MD Sebut UU Polri Lahir dari Kaidah Hukum yang Tidak Baik
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Ekonom: Tren penguatan IHSG tergantung imbal hasil obligasi pemerintah
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Jadwal Moto3 Ceko 2026: Saatnya Veda Ega Pratama Berburu Poin Maksimal, Masih Gendong Honda Jelang Seri Kesembilan
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.