Unhas Perkuat Kompetensi Guru Bahasa Inggris SMP Selayar melalui Integrasi Teknologi Digital

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, SELAYAR– Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin–Program Kemitraan Masyarakat (PPMU-PK-M) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Penguatan Kompetensi Penerjemahan dan Komunikasi Bahasa Inggris bagi Kelompok MGMP Bahasa Inggris Tingkat SMP melalui Integrasi Teknologi Digital di Kabupaten Kepulauan Selayar.”

Kegiatan yang berlangsung pada 12 Juni 2026 di SMP Negeri Benteng No. 1 Kepulauan Selayar ini diikuti sekitar 25 guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris tingkat SMP Kabupaten Kepulauan Selayar. Program tersebut dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan yang akan terus dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Tim pengabdian terdiri atas Muhammad Ridha Anugrah Latief, S.S., M.Hum. sebagai ketua tim, Prof. Dra. Herawaty, M.Hum., M.A., Ph.D., dan Dr. Nursidah, S.Pd., M.Pd. sebagai anggota, dengan melibatkan sejumlah dosen dan mahasiswa FIB Unhas. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Kepulauan Selayar yang diketuai Ummi Hani, S.Pd.

Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan guru Bahasa Inggris untuk menguasai keterampilan penerjemahan dan komunikasi yang relevan dengan perkembangan teknologi digital. Di era transformasi digital, guru dituntut tidak hanya memiliki kompetensi pedagogis yang baik, tetapi juga mampu memanfaatkan berbagai perangkat dan aplikasi digital untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berupaya meningkatkan kapasitas guru dalam memahami konsep penerjemahan, menerapkan strategi komunikasi bahasa Inggris yang efektif, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pendukung pembelajaran. Program ini juga bertujuan memperkuat kemampuan guru dalam mengintegrasikan berbagai platform digital ke dalam kegiatan belajar mengajar sehingga kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dapat terus meningkat.

Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi yang disusun secara aplikatif, meliputi konsep dasar penerjemahan, teknik penerjemahan teks pendidikan dan budaya, strategi komunikasi bahasa Inggris dalam konteks pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses penerjemahan dan pengajaran bahasa. Peserta juga mendapat kesempatan melakukan praktik langsung menggunakan berbagai aplikasi digital yang dapat membantu proses penerjemahan, penyusunan materi ajar, dan pengembangan media pembelajaran interaktif.

Ketua Tim Pengabdian, Muhammad Ridha Anugrah Latief, S.S., M.Hum., menegaskan bahwa penguasaan teknologi digital telah menjadi kebutuhan penting bagi guru di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

“Guru Bahasa Inggris perlu terus meningkatkan kompetensinya agar mampu menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21. Melalui kegiatan ini, kami berharap para guru dapat memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan efektif untuk mendukung kemampuan penerjemahan maupun komunikasi bahasa Inggris dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk nyata kontribusi Universitas Hasanuddin dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik.

Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Kepulauan Selayar, Ummi Hani, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

“Kegiatan ini memberikan wawasan baru dan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi para guru. Kami memperoleh pengetahuan tentang penerjemahan sekaligus keterampilan memanfaatkan teknologi digital yang dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran di sekolah,” ungkapnya.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi praktik yang berlangsung sepanjang kegiatan. Para guru tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengoperasikan berbagai perangkat digital yang dapat membantu mereka menyusun materi pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan efektif bagi peserta didik.

Salah seorang peserta, Mahdalijah, S.S., menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan yang dinilai mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang relevan dengan tantangan pendidikan di era digital. Guru yang juga merupakan Founder dan Manager G&Q English Course tersebut menilai kesempatan belajar langsung dari akademisi dan praktisi yang kompeten menjadi pengalaman yang sangat berharga.

“Kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang penerjemahan, komunikasi Bahasa Inggris, serta pemanfaatan teknologi digital yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran agar lebih relevan dengan kebutuhan generasi saat ini,” tuturnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Buyback Emas Antam, UBS & Galeri 24 di Pegadaian Hari Ini, Selasa 16 Juni 2026
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Larung sesaji jadi magnet wisata Telaga Ngebel
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Jangan Sampai Salah Hitung! Ini Rumus Dana Darurat yang Ideal-Edukasi Ekonomi
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Istana Bocorkan Strategi Prabowo Pulihkan Kepercayaan Publik di Tengah Pelemahan Rupiah, Gandeng Pelaku Pasar
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
PSI Tunggu Jokowi Siap Diumumkan Jadi Ketua Dewan Pembina
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.