Menyaksikan Pergantian Kiswah Kabah saat Awal Tahun Baru Hijriah

kompas.id
9 jam lalu
Cover Berita

“Tak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ujar Fahim Balluwala (33), seorang arsitek asal India. Dari lantai paling atas (roof top) Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (16/6/2026) dini hari itu ia baru saja menyaksikan momen-momen yang menggetarkan sanubarinya. Menyaksikan pergantian kain penutup Kabah (kiswah) pada malam pergantian Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Ia menuturkan, hari Senin ia sengaja datang lebih awal ke Masjidil Haram. Jam 14.00 ia sudah tiba di Masjidil Haram dan tak keluar dari kompleks masjid tersuci bagi umat Islam itu. “Saya rela tidak makan sejak pagi hari. Saya tahu, setiap 1 Muharam akan ada pergantian kiswah di Masjidil Haram,” katanya kepada Kompas.

Fahim bahkan mengaku, sejak keberangkatan dari India ia sengaja memilih haji qiran—tiba di Mekkah pada hari-hari terakhir jelang puncak haji—agar bisa menyaksikan momen pergantian kiswah pada 1 Muharam 1448 Hijriah.

Dalam beberapa tahun terakhir, momen tahun baru Hijriah di Masjidil Haram ditandai dengan pergantian kiswah. Setelah Magrib, pucuk Menara Jam (the Clock Tower) berbentuk bulan sabit di pelataran Masjidil Haram menyala warna hijau. Ini penanda lain datangnya tahun baru Islam.

Baca JugaAir Mata Tumpah di Depan Kabah

Sebagian jemaah haji Indonesia gelombang dua, yang masih berada di Kota Mekkah, ikut menyaksikannya. Sambil tawaf, bagian dari umrah sunah, mereka menjadi saksi pergantian kiswah itu. Ada pula yang datang ke Masjidil Haram secara khusus untuk tak melewatkan momen tersebut.

Edi, anggota jemaah haji Kloter 74 Embarkasi Solo (SOC 74) asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, misalnya. Ia bersama istrinya memilih tempat di lantai paling atas Masjidil Haram agar memperoleh sudut pandang (angle) dari ketinggian. Bisa jadi, momen berharga seperti ini menjadi pengalaman sekali seumur hidup.

Baca JugaSetelah Musibah, Ibu Fuadah Menyapa Kabah

Detik-detik pergantian kiswah, bahkan sejak kiswah baru diangkut dengan satu truk kontainer dengan kawalan ketat dari Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Kabah Al-Musyarafah menuju Masjidil Haram, sebenarnya disiarkan langsung televisi dan laman daring.

Namun, pengalaman menyaksikan langsung pergantian kiswah dengan segala perjuangan mendapatkannya, tetaplah tak tergantikan. “Bagi saya, pengalaman ini memberikan kekaguman tersendiri tentang betapa orang-orang Arab memperlihatkan penghormatan yang luar biasa kepada Kabah,” tutur Edi sambil rebahan di area shalat, melepas lelah.

“Tadi saya melihat, cara mereka mengganti kiswah tidak memperlihatkan bangunan asli Kabah. Tapi, dengan cara sedemikian rupa sehingga saat kiswah baru dipasang, sementara kiswah lama masih terpasang. Ini seperti saat kita ganti baju, kita tidak sampai telanjang. Bagi saya, ini bentuk penghormatan yang luar biasa,” lanjut Edi.

Steril sejak Ashar

Edi dan istrinya datang ke Masjidil Haram sebelum shalat Magrib. Persiapan pergantian kiswah telah dimulai sore hari setelah shalat Ashar. Saat itu area sekeliling Kabah telah disterilkan dari jemaah tawaf dengan pembatas warna hitam.

Di area itu, terdapat beberapa alat patform kerja untuk ketinggian (elevated work platform/EWP) untuk menaikkan 20-an petugas ke atap Kabah. Merekalah yang menyiapkan tali untuk menarik kiswah dan nanti menarik kiswah hingga terpasang rapi dan kuat.

Namun, momen penantian pergantian kiswah benar-benar dimulai selepas shalat jamaah Isya’. Setelah shalat berakhir, kecuali mereka yang tawaf baik pelataran area Kabah (mataf), di lantai dua, maupun di lantai teratas, jemaah mencari posisi terbaik untuk menyaksikan momen-momen yang ditunggu itu.

Baca JugaMemandang Kabah, Nenek Jumaria ”Sang Kuli Kebun”: Aku Orang Miskin...

Di mana posisi yang terbaik? Ini tergantung dari kebutuhan dan sudut pandang yang diinginkan. Dari pelataran area Kabah, akan terlihat Kabah dan pergantian kiswah dari dekat, tetapi hanya dari satu sisi. Aktivitas petugas di atap Kabah tidak terlihat.

Adapun dari lantai dua, diperoleh pandangan sejajar dengan Kabah. Sementara dari lantai teratas, didapat pemandangan dari atas dan lebih luas, tetapi pandangan ke Kabah tidak sedekat dari area pelataran. Kami, anggota Media Center Haji (MCH), sebagian memilih di area pelataran Kabah. Sebagian lainnya memilih lantai teratas.

Di lantai teratas, selepas shalat Isya’ atau sekitar pukul 21.00 waktu setempat, jemaah sudah memadati dan berdesakan di area pinggir dengan pandangan bisa mengarah ke pelataran Kabah. Memang, tidak mepet dengan pagar pembatas berkaca. Masih ada pembatas dengan jarak sekitar 1,5 atau 2 meter.

Baca JugaKugapai Kabah dengan Shalawat

Jika sudah memperoleh spot terbaik dan ingin terus menyaksikan momen pergantian kiswah, jangan pernah beranjak. Jika beranjak sebentar saja, jemaah lain sudah menyerobot.

Upacara utama pergantian kiswah berlangsung sekitar pukul 23.30. Sambil terus berdiri berdesakan, butuh 2,5 jam hingga 3 jam bagi jemaah untuk berjuang menyaksikan momen pergantian kiswah itu.

Dedikasi menjaga Kabah

Bagi Arab Saudi, pergantian kiswah Kabah ini menjadi sumber kebanggaan negara itu. Momen tersebut menjadi salah satu pembuktian dedikasi mereka memelihara dan menjaga keagungan Kabah, kiblat umat Muslim sedunia.

Dalam laporannya, kantor berita Arab Saudi, SPA, menyebut butuh waktu berbulan-bulan untuk menyiapkan penggantian kiswah. Dimulai dengan pembuatan kiswah di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Kabah Al-Musyarafah hingga tahap terakhir, penggantian kiswah di Masjidil Haram.

Total bobot kiswah, seperti dilansir SPA, seberat 1.410 kilogram. Sedikitnya 150 orang terlibat langsung dalam pembuatan kiswah. Mereka selama lebih dari 11 bulan menyiapkan 47 lembar kain sutra hitam dan membubuhkan kaligrafi 30 ayat Al-Quran dengan sulaman benang emas 24 karat.

“Pengantian kiswah mencerminkan tingkat pemeliharan Arab Saudi yang dicurahkan dalam tradisi ini selama puluhan tahun,” tulis SPA.

Tak mengherankan, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Dr Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah turun tangan langsung dalam penggantian kain kiswah. Setelah truk kontainer pengangkut kiswah tiba di kompleks Masjidil Haram, kiswah diangkut kendaraan khusus memasuki Masjidil Haram melalui Pintu 1 Raja Abdulaziz.

Baca JugaKegembiraan Menjemput Panggilan Suci di Baitullah

Kiswah kemudian digotong puluhan petugas ke pelataran Kabah dan ditempatkan di sekeliling Kabah. Kiswah lalu diikatkan pada tali yang ditarik petugas di atap Kabah. Di lantai teratas, banyak jemaah mengumandangkan takbir saat melihat pemandangan tersebut. Tidak sedikit pula yang terisak-isak menangis.

Penggantian kiswah dimulai dari bagian pintu Kabah, yang menghadap maqam Ibrahim. Setelah itu, dilanjutkan di bagian antara sudut Yamani dan sudut Hajar Aswad, kemudian dua sisi lainnya.

Saat kiswah baru dinaikkan, kiswah lama masih terpasang dan baru diturunkan setelah kiswah baru terpasang. Ini salah satu bagian dari penghormatan dan pemuliaan Baitullah.

Seluruh proses pergantian kiswah itu tidak sampai memperlihatkan bagian dalam permukaan bangunan Kabah. Saat kiswah baru dinaikkan, kiswah lama masih terpasang dan baru diturunkan setelah kiswah baru terpasang. Ini salah satu bagian dari penghormatan dan pemuliaan Baitullah.

Setelah kiswah baru terpasang, kini seluruh bangunan Kabah diselimuti kain hitam. Sebelumnya, jelang musim haji, sebagian kain Kabah disingkap, memperlihatkan permukaan bercorak batu-batu dan lapisan kain warna putih.

Erti Herlina, Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Mekkah, mengatakan, pergantian kiswah dulu pernah dilakukan pada 9 Zulhijah atau malam wukuf di Arafah. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz memutuskan mengganti dari 9 Zulhijah menjadi 1 Muharam pada tahun 2022 atau 1444 Hijriah.

Baca JugaPurnama Perpisahan di Baitullah, Kerinduan Jemaah Haji Indonesia

“Makna spiritual pergantian kiswah ini menjadi pengingat bahwa kita senantiasa memperbaharui kualitas spiritual kita. Bahwa segala sesuatu yang menyelubungi atau yang terselubung dalam hati kita dan amal kita senantiasa terus kita koreksi dan perbaiki,” kata Erti.

“Ketika hal-hal itu masih tersimpan hal-hal jelek di masa lalu, kita akan buang dan perbaiki untuk masa yang akan datang dengan tekad baru, semangat baru, dan dengan kesucian baru,” jelas Erti.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hector Souto Panggil 26 Pemain Timnas Futsal Indonesia Menuju TC di Spanyol, Ada Evan Soumilena
• 11 jam lalubola.com
thumb
KAKI Komentari Penyebutan Nama Djaka Budi Utama di Sidang Kasus Impor
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Merapi Erupsi, Guguran Lava Capai 2.000 Meter ke Arah Kali Sat/Putih
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Emiten Kongsi Aguan Salim PIK2 (PANI), Gelar Private Placement Rp498 Miliar untuk Ekspansi Anak Usaha
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Tiyo Ardianto Disenggol Budiman Sudjatmiko, Kalimat Ini Dinilai Paling Menyakiti Hati Mahasiswa UGM
• 3 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.