Penjualan Mobil Listrik BYD Terkoreksi Mei 2026, Jaecoo hingga Chery Stabil

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Penjualan mobil pabrikan asal Cina, BYD, untuk kategori ritel maupun wholesales(distribusi dari pabrik ke diler) mengalami penurunan cukup tajam pada Mei 2026 dibandingkan dengan April 2026.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan performa sejumlah merek kendaraan asal Negeri Tirai Bambu lainnya seperti Jaecoo, Wuling, dan Chery yang mencatatkan kinerja relatif stabil.

Berdasarkan data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dikutip Selasa (16/7/2026)  pasar otomotif domestik secara umum memperlihatkan fluktuasi volume penyerapan unit yang cukup dinamis. Penurunan pengiriman yang dialami oleh BYD menjadi salah satu sorotan utama pada periode Mei 2026, mengingat tren ekspansi kendaraan listrik korporasi sebelumnya bergerak cukup agresif.

Di sektor pasar grosir atau wholesales, volume distribusi BYD tercatat anjlok dari posisi 4.625 unit pada April 2026 menjadi hanya sebesar 895 unit pada Mei 2026. Koreksi tajam tersebut turut berdampak pada penguasaan pangsa pasar atau sales share sementara pabrikan yang kini berada di angka 5 persen dengan akumulasi total penjualan sebanyak 17.993 unit sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

Kelesuan performa niaga BYD juga tecermin pada data penjualan ritel atau penyerahan langsung ke tangan konsumen. Gaikindo merekam penjualan ritel BYD menyusut menjadi 2.892 unit pada Mei 2026, setelah sempat menyentuh angka tertinggi sebesar 6.274 unit pada April 2026. Meskipun mengalami penurunan bulanan, BYD masih mengamankan porsi pangsa pasar ritel sebesar 5,4 persen dengan total akumulasi 19.431 unit sejak Januari berjalan.

Di tengah kemerosotan volume pengiriman yang dialami BYD, beberapa rival senegaranya justru menunjukkan ketahanan posisi niaga yang kuat di pasar domestik. Penjualan wholesales merek Jaecoo berada di level 3.000 unit pada Mei 2026, relatif konsisten jika disandingkan dengan capaian bulan sebelumnya sebesar 3.219 unit. Kestabilan ini juga terlihat di jalur ritel, di mana diler Jaecoo menyalurkan tepat 3.000 unit kendaraan kepada konsumen pada Mei, dari posisi 3.009 unit pada April.

Baca Juga

  • Kontainer BYD hingga Wuling Menumpuk di Priok, Ekonom: Rugikan Ekonomi Nasional
  • BYD M6 DM Diuji di Semarang-Kopeng, Bidik Pasar PHEV di Luar Kota Besar
  • Bea Cukai Ungkap Ribuan Kontainer Impor Menumpuk di Tj. Priok, Ada BYD dan Wuling

Kinerja stabil berikutnya dibukukan oleh Wuling yang berhasil mengapalkan sebanyak 1.356 unit ke jaringan diler pada Mei 2026, berbanding tipis dengan pasokan April sebesar 1.584 unit. Dari sisi ritel, penjualan Wuling bahkan merangkak naik menjadi 1.640 unit pada Mei 2026, tumbuh dari pencapaian bulan sebelumnya yang berada di level 1.578 unit.

Selanjutnya, merek Chery mengamankan angka pengiriman diler sebesar 954 unit pada Mei 2026 dari posisi 1.137 unit pada April 2026. Sektor ritel Chery juga tidak mengalami guncangan besar dengan mencatatkan penyerahan kendaraan sebanyak 968 unit, bertahan dari realisasi bulan April sebesar 1.057 unit.

Secara agregat, Gaikindo mengumumkan total pasar wholesales mobil nasional pada Mei 2026 mencapai 69.219 unit, terkoreksi dari April 2026 yang sempat menembus 80.779 unit. Adapun akumulasi penjualan ritel nasional sepanjang Mei 2026 ditutup pada level 71.890 unit, sedikit menurun dari performa April yang mencapai 75.736 unit.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia: Resmi Dipinjamkan Los Angeles FC ke Klub Austria, Adrian Wibowo Susul Jay Idzes Cs Merumput di Eropa
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Kecelakaan Beruntun 3 Truk di Jalinsum Lampung Selatan, 2 Orang Tewas
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Editorial MI: Menegakkan Muruah MBG
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Penjelasan Pertamina soal Perbedaan Harga Pertamax dan Pertalite di Struk Pembelian
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo dan Steinmeier Bahas CEPA hingga Hilirisasi, Ini 8 Poin Pentingnya
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.