Ajudan Dipukul saat Digeruduk Mahasiswa, Budiman Sudjatmiko: Saya Dalam Keadaan Selamat!

rctiplus.com
8 jam lalu
Cover Berita
Ajudan Dipukul saat Digeruduk Mahasiswa, Budiman Sudjatmiko: Saya Dalam Keadaan Selamat!Nasional | okezone | Selasa, 16 Juni 2026 - 20:26Dengarkan Berita

JAKARTA - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan, dirinya selamat usai insiden penggerudukan sekelompok massa dalam diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026) malam. Diskusi tersebut juga dihadiri Wamentan Sudaryono dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

"Hari ini saya dalam keadaan selamat dan aman setelah tadi malam kami bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menghadiri undangan diskusi bersama mahasiswa UGM dan mahasiswa Sejogja," ujar Budiman, Selasa (16/6/2026).

Diskusi itu awalnya berjalan lancar, dan membahas kebijakan pemerintah tentang satu pintu dalam ekspor bahan mineral dan program pengentesan kemiskinan lainnya.

Menteri ART/BPN juga menerangkan kehadiran mereka untuk berdialog, berdebat, dikritik, dan dikecam secara langsung mahasiswa, yang rata-rata para mahasiswa itu juga para demonstran.

Baca Juga:Menag Nasaruddin: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Jadi Teladan Perkuat Pesantren!

"Mereka siap menunggu platform tanya jawab dan saya menjelaskan, menjawab pertanyaan moderator tentang riwayat saya sebagai demonstran dulu bagaimana, apakah saya anti perbedaan pendapat, apakah saya biasa mengusir orang berbeda pendapat, saya bilang tidak, saya tidak pernah mengusir orang berbeda pendapat, seberbeda apapun pendapat itu saya tetap terbuka untuk ruang dialog dan berdebat," tuturnya.

Dia juga sempat menyampaikan pesan Presiden Prabowo Subianto bahwa para pengkritik tidak boleh terancam keselamatannya dan tidak boleh ada manuver yang mencelakai mereka.

Saat itu, mendadak dari arah belakang, puluhan orang sambil membawa toa, poster, dan spanduk merangsek ke panggung dan mengepung mereka.

"Meminta kami segera keluar dari ruangan diskusi itu kemudian memaki-maki kami, Presiden dan seluruh Kabinet sebagai pembohong, saya sebagai pihak anti reformasi tidak memperhatikan rakyat miskin, segala macam kira-kira begitu," kata Budiman.

 

"Padahal, kami mau sampaikan dalam dialog itu nantinya bagaimana sebenarnya program pengentasan kemiskinan dan apa yang kurang, apa yang salah, apa yang keliru, kami menunggu masukan dari mahasiswa, tapi dialog itu ditutup sampai kemudian ada beberapa tindakan yang secara fisik bisa membahayakan," ujarnya.

Baca Juga:Polri Punya 28 Gudang Ketahanan Pangan untuk Maksimalkan Hasil Panen

Dia mengungkap, ada pukulan terhadap Wamentan dan ada upaya pemukulan padanya meski akhirnya dihalangi ajudannya sehingga pukulan itu mengenai kepala ajudannya.

Mereka tetap bertahan jika bukan panitia atau pihak kampus selaku tuan rumah yang mengusir atau meminta mereka pergi karena mereka kala itu diundang untuk hadir dan ingin menghormati ratusan mahasiswa yang hadir ingin berdebat serta mengkritik secara terbuka.

"Kami menghormati mereka, mereka sudah malam-malam datang ke tempat kami, tentu saja ingin mendengarkan kami dan tentu saja mereka ingin didengarkan aspirasi mereka dan mereka ingin diberikan hak untuk mengkritik dan mengecam kami langsung di depan kami jika memang ada kebijakan pemerintahan yang dinilai keliru dan salah tidak sesuai," paparnya.

 

Saat itu,  makian terus menghujani mereka dan semua panggung dikuasai sekelompok massa tersebut, yang mana mereka hanya hanya dijaga para keamanan dan protokol keamanan kampus. Budiman saat itu dituduh mengkhianati rakyat karena masuk dalam kekuasaan.

Baca Juga:Bareskrim Turun Tangan Usut Kasus Kasat Narkoba Kutai Kartanegara

Budiman pun menjawab dia masuk dalam kekuasaan karena ingin membawa idealismenya sebagai aktivis dahulu mengingat aktivis itu tidak kaku masuk kekuasaan sejauh tidak melakukan korupsi.

"Ada yang mengatakan, wah Pak Budiman Anda sudah enak menjadi menteri, Anda sudah keenakan sehingga anda tidak peduli orang miskin, saya bilang saya ditugaskan presiden untuk mengurusi orang miskin dengan otoritas yang diberikan, tujuannya untuk mengatasi kemiskinan. Ada juga kemudian teriakan keluar, temui mahasiswa ikut revolusi bersama kami, kira-kira begitu," pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jakarta Fair 2026 Jadi Berkah Ekonomi bagi Warga Kemayoran
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mendagri: Data Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Penyusunan Kebijakan
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Top! Bank Mandiri Berdayakan 28 Desa di Rute Jogja Marathon 2026
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
DKI Kemarin, semarak Tahun Baru Islam hingga kebakaran di Jakbar
• 24 menit laluantaranews.com
thumb
KPU Kaji Penerapan e-voting untuk Pemilu di Luar Negeri
• 22 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.