HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Fase awal Piala Dunia 2026 sudah memperlihatkan tren mengejutkan. Dominasi tradisional tim-tim Eropa dalam sepak bola dunia mulai runtuh.
Dari delapan wakil Eropa yang telah bertanding, baru tiga yang menang. Masing-masing Jerman, Swedia, dan Skotlandia. Sementara sisanya harus puas dengan hasil imbang atau kekalahan dari lawan yang sebelumnya dianggap lebih lemah.
Dominasi Jerman dan SwediaJerman tampil paling impresif dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao, sebuah hasil yang menjadi kemenangan terbesar wakil Eropa di fase awal turnamen ini. Sementara itu, Skotlandia berhasil mengamankan tiga poin penting setelah menang tipis 1-0 atas Haiti.
Kemenangan tersebut menempatkan Skotlandia dalam posisi yang cukup baik di grup mereka meskipun penampilan mereka tidak terlalu dominan.
Swedia juga terlalu perkasa bagi Tunisia. Tim asal Afrika tersebut dihajar 4-1 dan harus memecat sang pelatih.
Namun, sejumlah tim Eropa lain justru menghadirkan kejutan yang kurang menggembirakan. Republik Ceko harus mengakui keunggulan Korea Selatan dengan skor 1-2, sedangkan Bosnia dan Herzegovina gagal mempertahankan keunggulan dan hanya bermain imbang 1-1 melawan Kanada.
Swiss juga gagal meraih kemenangan saat menghadapi Qatar, dengan pertandingan berakhir 1-1, menandakan bahwa negara-negara Asia kini semakin kompetitif melawan tim Eropa.
Kejutan lain datang dari Turki yang harus menyerah 0-2 kepada Australia. Sementara itu, Belanda yang merupakan salah satu tim unggulan juga gagal mengamankan kemenangan setelah ditahan imbang Jepang dengan skor 2-2.
Perubahan Lanskap Sepak Bola DuniaRangkaian hasil tersebut menunjukkan bahwa jarak kualitas antara tim-tim Eropa dan negara dari konfederasi lain semakin menipis. Asia, Oseania, hingga kawasan CONCACAF kini mampu memberikan perlawanan yang tidak bisa dianggap remeh. Format kompetisi yang lebih luas dan meningkatnya kualitas sepak bola di berbagai belahan dunia membuat persaingan menjadi semakin terbuka.
Jelasnya, jika tren ini berlanjut, dominasi tradisional tim-tim Eropa bisa mendapat tantangan serius. Piala Dunia 2026 berpotensi dikenang sebagai salah satu turnamen paling kompetitif dan sulit diprediksi dalam sejarah sepak bola modern.





