tvOnenews.com - Nama Herve Renard bukanlah sosok asing bagi penggemar Timnas Indonesia.
Kini, pelatih yang pernah mencuri perhatian saat melatih Arab Saudi tersebut mendapat tugas berat untuk menyelamatkan Tunisia di Piala Dunia 2026.
Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) secara resmi menunjuk Renard sebagai pelatih kepala baru pada Selasa (16/6/2026), menggantikan Sabri Lamouchi yang dipecat setelah hasil buruk pada laga perdana fase grup.
- dok.tvonenews.com/Ilham Giovani
Keputusan itu diambil setelah Tunisia menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia, hasil yang membuat peluang mereka lolos ke babak berikutnya semakin berat.
FTF bergerak cepat mencari sosok yang dinilai mampu membangkitkan mental tim dalam waktu singkat.
Pilihan akhirnya jatuh kepada Renard, pelatih asal Prancis yang memiliki rekam jejak gemilang di level internasional dan dikenal sebagai spesialis pembuat kejutan.
Bagi pencinta sepak bola Asia, nama Renard melejit saat membawa Arab Saudi menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2022.
- Tangkapan layar instagram herve.renard.hr
Kala itu, tim asuhannya sukses mengalahkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi pada laga fase grup, sebuah hasil yang mengejutkan dunia sepak bola.
Kini, pelatih berusia 57 tahun tersebut menghadapi tantangan baru bersama Tunisia.
Ia akan berusaha mengangkat performa Eagles of Carthage yang sedang tertekan setelah kekalahan besar di laga pembuka turnamen.
Prestasi Renard memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia dua kali menjuarai Piala Afrika bersama dua negara berbeda, yakni Zambia pada 2012 dan Pantai Gading pada 2015.
Selain itu, ia juga pernah membawa Maroko kembali tampil di Piala Dunia 2018 setelah absen selama dua dekade.
- tvonenews.com - Julio Tri Saputra
Sebelum menerima tawaran Tunisia, Renard terakhir menangani Arab Saudi hingga April 2026. Ia juga sempat melatih tim nasional putri Prancis dan membawa mereka mencapai perempat final Piala Dunia Wanita 2023.
Tugas pertama Renard bersama Tunisia adalah mempersiapkan tim menghadapi dua pertandingan sisa fase grup. Mereka dijadwalkan bertemu Jepang pada 20 Juni sebelum menghadapi Belanda pada 25 Juni.
Media Inggris Sports Mole menilai Tunisia membutuhkan setidaknya empat poin dari dua laga tersebut untuk menjaga peluang lolos ke fase gugur.




