Hadiri Haul di Ponpes Al-Husaeni, Cucun Dorong Santri Kuasai Wirausaha dan Literasi Digital

jpnn.com
12 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menghadiri Haul Akbar ke-5 Muassis dan Masyayikh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Husaeni di Lebakbiru, Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin (16/6).

Dalam kesempatan itu, Cucun menegaskan pentingnya transformasi pesantren agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan tradisi dan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasinya.

BACA JUGA: BEM Bersatu Menduga Tiyo Ardianto Terafiliasi Jaringan Politik, Nama Pensiunan Jenderal TNI Terseret

Menurut dia, peringatan haul bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi momentum untuk merefleksikan sekaligus melanjutkan semangat perjuangan para pendiri pesantren.

"Para masyayikh kita menjalani itu dengan ikhlas. Mereka menanam pohon yang buahnya dinikmati orang lain. Dan hari ini kita semua adalah buah dari pohon yang mereka tanam," kata Cucun.

BACA JUGA: Inilah Penyebab 4 Orang Sekeluarga Tewas di Kawasan Wisata Kledung

Wakil Ketua Umum PKB itu menyebut negara telah menunjukkan keberpihakan terhadap dunia pesantren melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Dia mengatakan regulasi tersebut menjadi pengakuan bahwa pesantren memiliki posisi sejajar dalam sistem pendidikan nasional.

BACA JUGA: Kisah Angelia Hutabarat Jadi Sukarelawan di Piala Dunia 2026, Kejutan Datang Lewat Email

Meski demikian, Cucun mengingatkan bahwa kehadiran UU Pesantren hanyalah pintu masuk untuk memperkuat peran dan kontribusi pesantren di masa depan.

Menghadapi perkembangan zaman, perubahan dunia kerja, dan tantangan ekonomi yang semakin kompleks, dia mendorong pesantren untuk melengkapi pendidikan berbasis kitab kuning dengan berbagai keterampilan modern.

"Kitab kuning, halaqah, sorogan, dan bandongan harus tetap hidup. Namun, pesantren yang kuat adalah pesantren yang mampu melengkapi santrinya dengan keterampilan, jiwa wirausaha, kemampuan literasi digital, serta semangat berkontribusi nyata pada masyarakat," ujarnya.

Cucun menilai Indonesia membutuhkan sosok santri yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang ekonomi dan teknologi.

Menurut dia, santri masa kini harus mampu mengelola koperasi pesantren, memahami sistem keuangan syariah modern, hingga berperan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Dia optimistis Ponpes Al-Husaeni memiliki modal sejarah dan tradisi yang kuat untuk terus berkembang menuju kemandirian.

Di akhir sambutannya, Cucun mengajak keluarga besar pesantren, alumni, dan seluruh elemen masyarakat untuk melanjutkan perjuangan para muassis.

"Tugas kita sekarang adalah menjaga apa yang sudah dibangun, memperluas apa yang sudah ada, dan menyerahkannya kepada generasi berikutnya dalam kondisi yang jauh lebih baik," tutur Cucun.(kkp/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAI Angkut 7,88 Juta Penumpang KA PSO hingga Mei 2026
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lowongan Kerja PAMA Dibuka hingga 25 Juni 2026, Ini Posisi dan Persyaratannya
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Diminta Perhatikan Kajian Komnas HAM soal MBG, Jangan Asal Bapak Senang
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Manfaatkan Libur Sekolah untuk Evaluasi dan Penataan SPPG Program MBG
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Menag Usul Tambahan Anggaran Rp 41,8 T untuk Operasional-Pendidikan
• 15 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.