Canberra (ANTARA) - Otoritas Australia menyelidiki atas dugaan bahwa sejumlah warga negara mereka dianiaya oleh pasukan Israel setelah mereka ditahan saat mencoba mengirim bantuan ke Gaza melalui laut.
Sekelompok aktivis Australia yang ditahan oleh pasukan Israel pada Mei, pada Senin (15/6) bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Penny Wong dan sejumlah pejabat senior dari Kepolisian Federal Australia (Australian Federal Police/AFP) di Canberra untuk membahas klaim mereka tentang penyiksaan dan perlakuan buruk.
Berbicara kepada wartawan usai pertemuan tersebut, aktivis Juliet Lamont mengatakan kelompok itu telah menerima jaminan bahwa AFP akan menyelidiki tuduhan mereka.
"Mereka telah berkomitmen untuk melakukan penyelidikan independen atas tuduhan kami mengenai penculikan, pelecehan, pemerkosaan, dan penyiksaan," katanya.
Dalam pernyataan yang diberikan kepada media lokal, AFP mengatakan telah memulai penyelidikan atas tuduhan tersebut dan akan memberikan informasi terbaru pada waktu yang tepat.
Para warga Australia itu merupakan bagian dari sekitar 400 anggota armada yang dicegat dan ditahan oleh Israel pada 18 Mei saat mencoba mengirimkan bantuan makanan, obat-obatan, dan susu formula bayi ke Jalur Gaza.
Para anggota armada tersebut kemudian menyerahkan bukti dugaan penyiksaan yang mereka alami kepada Mahkamah Pidana Internasional pada Mei.
Dalam sidang Senat pada awal Juni, Menlu Wong mengatakan dia memercayai tuduhan para aktivis Australia tersebut.
Sementara itu, Kedutaan Besar Israel di Canberra dalam sebuah pernyataan yang diunggah ke media sosial pada Senin menyatakan bahwa pihaknya secara tegas membantah tuduhan kelompok tersebut.
Sekelompok aktivis Australia yang ditahan oleh pasukan Israel pada Mei, pada Senin (15/6) bertemu dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Penny Wong dan sejumlah pejabat senior dari Kepolisian Federal Australia (Australian Federal Police/AFP) di Canberra untuk membahas klaim mereka tentang penyiksaan dan perlakuan buruk.
Berbicara kepada wartawan usai pertemuan tersebut, aktivis Juliet Lamont mengatakan kelompok itu telah menerima jaminan bahwa AFP akan menyelidiki tuduhan mereka.
"Mereka telah berkomitmen untuk melakukan penyelidikan independen atas tuduhan kami mengenai penculikan, pelecehan, pemerkosaan, dan penyiksaan," katanya.
Dalam pernyataan yang diberikan kepada media lokal, AFP mengatakan telah memulai penyelidikan atas tuduhan tersebut dan akan memberikan informasi terbaru pada waktu yang tepat.
Para warga Australia itu merupakan bagian dari sekitar 400 anggota armada yang dicegat dan ditahan oleh Israel pada 18 Mei saat mencoba mengirimkan bantuan makanan, obat-obatan, dan susu formula bayi ke Jalur Gaza.
Para anggota armada tersebut kemudian menyerahkan bukti dugaan penyiksaan yang mereka alami kepada Mahkamah Pidana Internasional pada Mei.
Dalam sidang Senat pada awal Juni, Menlu Wong mengatakan dia memercayai tuduhan para aktivis Australia tersebut.
Sementara itu, Kedutaan Besar Israel di Canberra dalam sebuah pernyataan yang diunggah ke media sosial pada Senin menyatakan bahwa pihaknya secara tegas membantah tuduhan kelompok tersebut.





