Bisnis.com, JAKARTA — Prancis memulai perjalanan mereka dengan kemenangan meyakinkan 3–1 atas Senegal dalam laga yang berlangsung intens, ditandai aksi-aksi kelas atas dari Kylian Mbappé dan Bradley Barcola.
Sejak awal pertandingan, duel berjalan cukup hati-hati. Kedua tim saling mengamati sambil mencoba menguasai lini tengah. Senegal tampil disiplin dan sempat beberapa kali merepotkan lewat serangan balik, namun Prancis perlahan mengambil alih kendali berkat kualitas dan kedalaman skuad mereka.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-66. Michael Olise mengirim umpan terobosan sempurna yang dituntaskan Kylian Mbappé dengan tenang. Sang kapten melakukan pergerakan diagonal yang rapi, lalu menaklukkan Édouard Mendy untuk membawa Prancis unggul 1–0.
Senegal sempat mencoba merespons dengan meningkatkan intensitas serangan melalui Ismaïla Sarr dan Nicolas Jackson, tetapi penyelesaian akhir mereka belum cukup tajam untuk menyamakan kedudukan.
Masuk dari bangku cadangan, Bradley Barcola langsung memberi dampak besar pada menit ke-82. Adrien Rabiot membawa bola dari lini tengah dengan progresi cepat, lalu mengirim umpan matang ke ruang kosong.
VICTOIREEEEEE !!
Nos Bleus s’imposent pour leur entrée dans la Coupe du Monde
3-1 #FRASEN | #FIFAWorldCup pic.twitter.com/AkdgvaQ3Ku
Barcola berlari menyambutnya dan dengan sentuhan halus mencungkil bola melewati Mendy yang sudah maju. Gol itu memperlebar keunggulan menjadi 2–0 dan menegaskan kualitas lini serang Prancis yang sangat variatif.
Baca Juga
- Jadwal Pertandingan Piala Dunia Rabu 17 Juni 2026, Ada Mbappe dan Messi
- Prediksi Argentina vs Aljazair, Head to Head dan Susunan Pemain
- Kalah 1-5 dari Swedia, Tunisia Tunjuk Herve Renard Gantikan Lamouchi
Senegal tidak menyerah begitu saja. Tekanan mereka akhirnya berbuah hasil lewat gol pemain muda Amara Mbaye, yang melepaskan tembakan keras untuk memperkecil kedudukan dan menjaga asa comeback tetap hidup di menit-menit akhir.
Namun Prancis tetap mampu mengendalikan situasi hingga laga berakhir dan Mbappé mengunci kemenangan menjadi 3–1.
Pertandingan ini juga diwarnai satu momen kontroversial ketika Prancis sempat meminta penalti, namun keputusan wasit yang dikonfirmasi VAR tetap tidak memberikan hadiah tendangan 12 pas.
Secara keseluruhan, laga ini memperlihatkan karakter utama Prancis: kombinasi talenta elite dan opsi pemain cadangan yang sama berbahayanya. Bahkan ketika tidak tampil sepenuhnya dominan, mereka tetap mampu “mengunci” pertandingan lewat momen kualitas individu.
Senegal sendiri menunjukkan perlawanan yang cukup solid dan beberapa kali mengancam, tetapi kurang efektif dalam penyelesaian akhir.
Prancis menutup laga pertama mereka dengan tiga poin penting, momentum kuat, dan status yang makin menguat sebagai salah satu kandidat juara turnamen ini.





