JAKARTA, KOMPAS.TV - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menyorot aksi mahasiswa yang terjadi belakangan ini.
Aliansi tersebut menolak gerakan mahasiswa yang dituggangi kepentingan politik praktis.
Juru bicara Aliansi BEM Bersatu, Rahmad Djimbula, menegaskan gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat, bukan alat elite dalam perebutan kekuasaan.
"Kami menilai sejumlah aksi mahasiswa belakangan ini mulai kehilangan arah, ditandai minim kajian, lemahnya argumentasi, dan ketidakjelasan substansi tuntutan," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/6/2026), dipantau dari YouTube KompasTV.
Kondisi itu membuat aliansi tersebut mempertanyakan apakah gerakan mahasiswa masih berpihak kepada rakyat atau telah disusupi agenda tertentu.
Baca Juga: Janji Gibran ke Mahasiswa, akan Sampaikan Sederet Tuntutan ke Presiden Prabowo
Rahmad pun menyampaikan 4 catatan utama pihaknya dalam aksi mahasiswa yang terjadi belakangan ini.
1. Pertama, Aliansi BEM Bersatu mempertanyakan prioritas isu yang diangkat dalam aksi mahasiswa.
Jubir aliansi itu menyebut, perhatian justru tersedot pada isu yang tidak menjadi urgensi utama.
Menurut pihaknya, program makan bergizi gratis (MBG) yang berdampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat, justru menjadi sasaran penolakan. Meskipun begitu, perbaikan tata kelola program tersebut dinilai tetap diperlukan.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- aliansi bem bersatu
- bem
- mahasiswa
- aksi
- demo





