JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, lorong-lorong Pasar Jatinegara belum seramai biasanya.
Pedagang buku, alat tulis, dan seragam sekolah mengaku jumlah pembeli tahun ini menurun dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Salah seorang pedagang buku di Pasar Jatinegara, Arel Rahmanda, mengatakan penjualannya turun sekitar 60 persen dibandingkan sebelumnya.
Baca juga: Pedagang Buku Jatinegara Percaya Momentum Tahun Ajaran Baru Masih Menjanjikan
Menurut dia, kenaikan harga sejumlah barang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi daya beli masyarakat.
"Kalau secara penjualan lebih menurun sih, karena harga barang naik. Enggak kayak tahun lalu gitu. Tahun lalu kan harga masih standar lah, masih bisa lah. Kalau sekarang agak menurun," kata Arel saat ditemui di Pasar Jatinegara, Selasa (16/6/2026).
Arel mencontohkan, beberapa barang mengalami kenaikan harga. Pulpen yang tahun lalu dijual Rp 3.000 kini menjadi Rp 5.000 per buah.
"Kalau buku yang Sidu aja, yang isi lima puluh delapan lembar itu dulunya Rp 38.000, sekarang Rp 41.000," jelas Arel.
Optimistis akan ramai
Arel merupakan pedagang musiman yang hanya berjualan menjelang tahun ajaran baru, biasanya selama sekitar satu bulan.
Namun, hingga kini, pembeli yang datang masih bisa dihitung dengan jari.
"Biasanya kalau hari libur kayak gini lumayan ramai, tapi tadi masih satu dua aja pembeli. Senin kemarin parah saya, cuma bawa sekitar Rp 140.000," ujar dia.
Meski kondisi pasar belum seramai yang diharapkan, Arel memilih tetap optimistis.
Ia percaya masa libur sekolah yang mulai berjalan akan membawa lebih banyak pembeli ke lapaknya dalam waktu dekat.
"Kalau optimis ya pasti mungkin minggu depan, insya Allah meningkat lantaran sudah memasuki libur sekolah," kata dia.
Baca juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Orangtua Ramai Berburu Perlengkapan Sekolah di Pasar Jatinegara
Febryan Kevin/Kompas.com Pembelian seragam di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, jelang tahun ajaran baru, Selasa (16/6/2026).
Ambil untung sedikit
Helena, pedagang seragam sekolah di Pasar Jatinegara, merasakan penurunan jumlah pembeli menjelang tahun ajaran baru.