HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memperkuat distribusi Biosolar subsidi di wilayah Kabupaten Maros guna menjaga kelancaran pelayanan di sejumlah SPBU yang berada di jalur utama transportasi dan logistik Trans Sulawesi.
Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas pembelian Biosolar oleh kendaraan logistik dan truk angkutan barang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU, terutama yang berada di jalur lintas Sulawesi.
Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan stok sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Selama tiga hari terakhir, penyaluran Biosolar ke wilayah Maros telah kami tingkatkan sekitar 14 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian normal yang berada pada kisaran 212 kiloliter per hari. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan kendaraan logistik dan angkutan barang yang melintas di jalur Trans Sulawesi,” ujar Yoga, Selasa, 17 Juni 2026.
Menurut dia, hingga saat ini distribusi Biosolar ke wilayah Maros terus berjalan. Pertamina juga telah melakukan extradropping sebanyak 48 kiloliter di luar pengiriman reguler yang telah disalurkan ke delapan SPBU.
“Stok Biosolar di SPBU saat ini terpantau tersedia dan dapat melayani kebutuhan masyarakat maupun sektor transportasi,” katanya.
Selain menambah pasokan, Pertamina menyiagakan petugas marshal di sejumlah SPBU yang mengalami peningkatan antrean guna membantu mengatur arus kendaraan dan mempercepat proses pengisian BBM.
Yoga menjelaskan, selama lima hari ke depan Pertamina juga akan melakukan penguatan stok atau build up stock pada sejumlah SPBU prioritas yang berada di jalur logistik dan lintas Sulawesi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan pasokan sekaligus mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi.
Di sisi lain, Pertamina berkoordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk memetakan titik-titik pengisian BBM kendaraan logistik. Melalui upaya tersebut, distribusi kendaraan ke SPBU diharapkan lebih merata sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat tetap optimal.
Pengawasan distribusi BBM subsidi juga diperkuat melalui kerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dan para pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memastikan penyaluran Biosolar subsidi tetap tepat sasaran dan mendukung kebutuhan sektor produktif.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, memastikan ketersediaan Biosolar subsidi di Sulawesi Selatan dalam kondisi aman.
“Pertamina memastikan stok Biosolar subsidi di wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan penyaluran terus berjalan. Kami melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi stok, distribusi, serta pelayanan di SPBU agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor logistik tetap terpenuhi,” ujar Lilik.
Ia juga mengimbau masyarakat dan pengguna Biosolar subsidi agar melakukan pembelian sesuai kebutuhan dan menggunakan BBM subsidi secara bijak sesuai peruntukannya.
“Kami mengajak seluruh pengguna BBM subsidi untuk memanfaatkan energi secara bertanggung jawab dan sesuai ketentuan. Dengan penggunaan yang tepat, distribusi energi dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau seluruh masyarakat yang berhak menerima,” tutupnya. (edo)





