AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Mentah Turun 5% di Bawah USD 80

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak mentah turun di bawah USD 80 per barel pada perdagangan Selasa (16/6) karena optimisme janji pembukaan Selat Hormuz, meredakan tekanan inflasi terhadap perekonomian global.

Dikutip dari AFP, Rabu (17/6), harga minyak mentah turun dengan cepat lebih dari 5 persen setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa Washington dapat melonggarkan sanksi terhadap minyak Iran sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, memungkinkan Teheran untuk segera menjual minyak mentah dan produk olahan minyak.

Acuan internasional minyak Brent North ditutup di harga USD 78,96 per barel, turun 5,1 persen. Sementara kontrak minyak utama AS, West Texas Intermediate, turun 5,8 persen ke USD 76,05 per barel.

Para ahli industri minyak dan perusahaan pelayaran telah memperingatkan bahwa pemulihan operasi normal setelah penutupan selat akan memakan waktu. Namun, pasar melihat situasi ini berkembang jauh lebih baik dibandingkan skenario terburuk, yaitu pertempuran tanpa kerangka waktu untuk pembukaan kembali jalur air yang vital itu.

Media Iran melaporkan bahwa tiga kapal tanker minyak dan dua kapal kargo telah melewati Selat Hormuz.

Sementara itu, saham Wall Street mengalami pergerakan yang bervariasi. Saham Dow naik ke rekor penutupan kedua berturut-turut, sementara S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan.

Analis Briefing.com, Patrick O'Hare, menggambarkan pergerakan ini sebagai rotasi.

"Kita tidak melihat eksodus massal dari pasar," kata O'Hare, yang melihat dinamika ini konsisten dengan pasar bullish.

Pasar utama Eropa ditutup lebih tinggi, sementara pasar Asia ditutup variatif.

"Meski kesepakatan belum ditandatangani secara formal, tampaknya sudah ada dividen perdamaian untuk pasar," kata direktor peneliti di kelompok trading XTB, Kathleen Brooks.

"Kita melihat pasar Eropa mengejar ketertinggalan dengan AS, dan ini dapat berlanjut, karena beberapa indeks Eropa tetap di bawah level pra-perang, termasuk indeks FTSE 100 London," katanya lagi.

Meskipun harga minyak turun, para analis memperingatkan bahwa kondisi pasar dapat tetap ketat selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan setelah berakhirnya perang.

Minggu ini juga difokuskan pada gelombang keputusan bank sentral.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Kritik Serangan Israel ke Lebanon: Tak Semuanya Anggota Hizbullah
• 23 jam laludetik.com
thumb
Polisi Selidiki Penjambretan di Taksi Online dengan Modus AC Dimatikan di Senayan
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Soroti Perubahan Sikap Sarwendah, Eks Manajer Akui Bingung: Apa-apaan Sih
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Larung sesaji jadi magnet wisata Telaga Ngebel
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Kata Ibu soal kumparanMOM Festival Hari Anak: Acara yang Pas Buat Bonding
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.