JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi kini tengah mendalami dugaan penjambretan yang dilakukan dengan modus AC mati pada taksi online di sekitar Bundaran Senayan.
Kapolsek Kebayoran Baru, AKBP Nugrahadi Kusuma mengatakan pihaknya juga tengah menelusuri pelat mobil yang ditumpangi korban.
“Ya intinya masih dalam penyelidikan, termasuk pelatnya,” kata Nugrahadi saat dihubungi Kompas.com melalui panggilan telepon, Selasa (16/6/2026).
Baca juga: AC Mati, Kaca Dibuka, Penumpang Taksi Online Jadi Korban Jambret di Senayan
Untuk memastikan status pengemudi tersebut, polisi juga berkoordinasi dengan Grab dan Gojek.
“Kami juga koordinasi dengan Grab dan Gojek,” kata dia.
Namun sejauh ini, polisi belum menerima laporan resmi dari korban.
Untuk itu, Nugrahadi mengimbau agar korban maupun kerabatnya untuk melaporkan kejadian untuk kepentingan penyelidikan.
Kompas.com juga berupaya mengonfirmasi kejadian ini kepada kerabat korban.
Pacar korban, Dito, yang dikontak Kompas.com melalui Direct Message (DM) Instagram belum bisa menjelaskan secara rinci kronologi kejadiannya saat ditanyakan.
Dia hanya menyebutkan bahwa video yang beredar saat ini di media sosial dia dapat dari mobil yang berada di belakang taksi online pacarnya.
Saat itu, pengemudi mobil itu ikut melipir ke pinggir jalan untuk menyerahkan rekaman dari kamera dashboard-nya.
“Video dashcam diambil dari mobil yang ada di belakang Grab pacar saya, kebetulan berbaik hati ketika itu langsung ikutan minggir juga,” kata Dito saat dihubungi terpisah.
Sebelumnya diberitakan seorang penumpang taksi online jadi korban penjambretan di tengah perjalanannya di Jalan Jenderal Sudirman arah Blok M.
Baca juga: Begal dan Jambret Marak di Jakarta, Kita Harus Apa?
Pihak manajemen menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang menimpa penumpang.
Menurut unggahan @jakartapusat.info, kejadian ini bermula saat pengemudi taksi online Grab yang ditumpangi korban menyebutkan bahwa mesin pendingin (AC) pada mobilnya sedang tak berfungsi.