EtIndonesia.com British Broadcasting Corporation (BBC) akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di divisi beritanya, dengan memangkas ratusan posisi. Langkah ini merupakan bagian dari rencana efisiensi perusahaan yang secara keseluruhan menargetkan pengurangan sekitar 2.000 karyawan.
Mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, Financial Times melaporkan bahwa divisi berita diperkirakan akan menjadi unit pertama yang mengumumkan rencana PHK pada pekan depan. Divisi ini mempekerjakan sekitar seperempat dari total karyawan BBC dan bertanggung jawab atas operasional televisi, radio, situs web, serta aplikasi BBC di Inggris.
Karena besarnya skala PHK, sumber tersebut menyebutkan bahwa pengurangan tenaga kerja kemungkinan akan mempengaruhi beberapa program siaran. Penonton dan pendengar mungkin akan merasakan berkurangnya jumlah konten atau perubahan pada kualitas program yang disajikan.
Selain melakukan PHK secara langsung, BBC juga telah menerapkan berbagai langkah pengendalian biaya, termasuk membatasi perekrutan pegawai baru dan perjalanan dinas, mengurangi penggunaan jasa konsultan manajemen, serta memangkas anggaran untuk rapat, acara penghargaan, dan kegiatan hubungan masyarakat (public relations).
Sumber internal mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan tahap pertama dari program penghematan BBC. Seluruh departemen telah diperintahkan untuk memangkas biaya operasional guna mencapai target penghematan senilai ratusan juta pound sterling.
Pada April lalu, BBC pertama kali mengumumkan rencana untuk menghemat 10% dari anggaran tahunannya, atau sekitar 500 juta pound sterling, dalam dua tahun ke depan. Upaya tersebut diperkirakan akan menyebabkan PHK hingga 2.000 karyawan, yang menjadi pengurangan tenaga kerja terbesar di BBC dalam lebih dari satu dekade.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa keputusan tersebut didorong oleh tekanan akibat inflasi, keterbatasan pendapatan dari biaya lisensi dan bisnis komersial, serta kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
Presiden Direktur (Chairman) BBC yang baru, Matt Brittin, yang mulai menjabat pada Mei lalu mengakui bahwa demi menjaga stabilitas keuangan BBC, organisasi tersebut akan menghadapi banyak keputusan yang “sulit dan tidak populer” di masa mendatang.
Matt Brittin menggantikan mantan Direktur Jenderal BBC, Tim Davie. Sebelumnya Tim Davie dan Kepala Divisi Berita BBC, Deborah Turness, mengundurkan diri tahun lalu setelah dokumenter “Panorama” dituduh memanipulasi pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sumber itu juga menyebutkan bahwa Trump kemudian menggugat BBC atas dugaan pencemaran nama baik dan menuntut ganti rugi sebesar 10 miliar dolar AS. (***)





