Polusi Udara di Tangsel Kembali Jadi yang Terburuk, Warga Diimbau Pakai Masker

katadata.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Polusi udara di Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menempati posisi terburuk nasional pada Rabu pagi (17/6). Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.30 WIB, poin AQI wilayah itu berada di atas 150. 

Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan.

“Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian penjelasan IQAir, dikutip pada Rabu (17/6).

IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dalam kondisi ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi. 

Berikut daftar lima wilayah di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini: 

  • Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 192 atau dalam kategori tidak sehat.
  • Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 174 atau dalam kategori tidak sehat. 
  • Jakarta, dengan poin AQI 162 atau dalam kategori tidak sehat.
  • Tangerang, Banten, dengan poin AQI 155 atau dalam kategori tidak sehat.
  • Palembang, Sumatra Selatan, dengan poin AQI 148 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Sementara itu, Kota Pekanbaru di Riau memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 69. Kota Semarang di Jawa Tengah menyusul di urutan kedua dengan poin AQI 73. Namun, kualitas udara keduanya masih masuk kategori sedang. 

Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara paling sehat mencapai poin AQI 11, tepatnya di Yangon, Myanmar. Berikutnya disusul Melbourne di Australia dengan poin AQI 15 dan Chiang Mai di Thailand dengan poin AQI 17. Kualitas udara kota-kota tersebut masuk kategori baik. 

Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, beberapa kota besar berikut ini memiliki kualitas udara terburuk di dunia: 

  • Lahore, Pakistan, dengan poin AQI 307 atau dalam kategori berbahaya.
  • Santiago, Cile, dengan poin AQI 168 atau dalam kategori tidak sehat.
  • Jakarta, Indonesia, dengan poin AQI 162 atau dalam kategori tidak sehat.
  • Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 155 atau dalam kategori tidak sehat.
  • Kampala, Uganda, dengan poin AQI 151 atau dalam kategori tidak sehat.

Indeks AQI adalah konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.  

Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori. 

Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150 .

Sementara itu, kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500. 

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Dua Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal, Seret Direktur PT Simba Jaya Utama
• 54 menit lalutvonenews.com
thumb
Geger Foto Tugu Pasangkayu Roboh Pascagempa, Ternyata Hasil Rekayasa AI
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Khidmatnya Muda-mudi Ikuti Mubeng Beteng 1 Suro Keraton Yogyakarta
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Drama di Mandalika: Sempat Adu Senggol Rival, Auto2000 Tetap Menang
• 54 menit lalukumparan.com
thumb
Heboh Struk Pembelian Pertalite Rp18.040, Pertamina Angkat Bicara
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.