Bursa Asia Beragam, Investor Tunggu Keputusan The Fed

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Asia bergerak cenderung beragam pada perdagangan Rabu (17/6/2026).

Bursa Asia Beragam, Investor Tunggu Keputusan The Fed. (Foto: Reuters)

IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak cenderung beragam pada perdagangan Rabu (17/6/2026), seiring investor mencermati keputusan kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) setelah reli di sejumlah pasar global dalam beberapa sesi terakhir.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melanjutkan penguatan untuk sesi keempat berturut-turut. Indeks acuan tersebut sempat dibuka melemah, tetapi kemudian berbalik menguat dan bergerak mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Naik Rp4 Ribu, Termurah Rp1,4 Juta

Nikkei 225 tercatat naik 0,52 persen ke level 69.848, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi 69.736,37. Kenaikan saham eksportir dan sektor keuangan menjadi pendorong utama, meski sebagian tertahan oleh pelemahan saham otomotif.

Penguatan juga terjadi di bursa Australia. Indeks S&P/ASX 200 naik 0,56 persen.

Baca Juga:
Akhiri Program Buyback, MBMA Serap 492,68 Juta Saham 

Menurut Trading Economics, saham sektor pertambangan dan perbankan menjadi penopang utama, mengimbangi tekanan pada saham energi.

Sementara itu, bursa Korea Selatan bergerak melemah. Indeks Kospi turun ke sekitar 8.710 setelah mencatat reli selama empat hari perdagangan sebelumnya.

Baca Juga:
Lunasi Utang ke Sarana Steel, BAJA Gelar Rights Issue Rp450 Miliar

Pelemahan saham teknologi global menjadi tekanan utama, terutama setelah saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat mengalami aksi jual.

Saham unggulan Samsung Electronics ikut terkoreksi sehingga membebani pergerakan indeks secara keseluruhan. Investor juga cenderung berhati-hati menjelang pengumuman kebijakan The Fed.

Di pasar China, indeks Shanghai Composite melemah 0,4 persen, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong terkoreksi tipis 0,07 persen. Sebaliknya, indeks Straits Times (STI) Singapura menguat 1,03 persen.

Pergerakan bursa Asia mengikuti Wall Street yang ditutup beragam pada perdagangan Selasa setelah reli kuat dalam beberapa sesi sebelumnya.

Indeks Nasdaq Composite mencatat penurunan terbesar akibat tekanan pada saham teknologi.

Nasdaq turun 1,2 persen menjadi 26.376,34. Indeks S&P 500 melemah 0,6 persen ke 7.511,35. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average menguat 0,6 persen ke rekor penutupan baru di 51.999,67.

Di Eropa, seluruh pasar utama bergerak menguat. Indeks CAC 40 Prancis naik 0,8 persen, FTSE 100 Inggris bertambah 0,6 persen, sementara DAX Jerman menguat tipis 0,1 persen.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah kembali tertekan setelah kekhawatiran gangguan pasokan mereda akibat ekspektasi kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun atau 6,07 persen menjadi USD75,85 per barel. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepala Bakom Qodari: MBG Tak Bisa Dihentikan, Kontrak Politik Prabowo
• 12 menit laluliputan6.com
thumb
BEM Bersatu tolak gerakan mahasiswa ditunggangi politik praktis
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
38 Warga Terluka Imbas Gempa M 6,7 Guncang Palu
• 13 jam laludetik.com
thumb
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
• 5 jam laluokezone.com
thumb
BNPB: Ada 109 Jiwa Terdampak Gempa Palu Sulteng
• 18 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.