JAKARTA, KOMPAS — Universitas Multimedia Nusantara atau UMN terus berupaya menuju universitas kelas dunia dengan kembali memperluas jaringan kemitraan globalnya. Kali ini, UMN bekerja sama dengan 11 perguruan tinggi di Kazakhstan dalam agenda Kazakhstan-Indonesia Forum of Higher Education Institutions.
Ke-11 perguruan tinggi dari Kazakhstan tersebut di antaranya ALT University named after Mukhamedzhan Tynyshbayev, Astana IT University, Civil Aviation Academy, D Serikbayev East Kazakhstan Technical University, Kazakh National University of Water Management and Irrigation.
Kemudian Atyrau University of Oil and Gas named after Safi Utebayev, LN Gumilyov Eurasian National University, Kokshetau University named after Shoqan Ualikhanov, Pavlodar Pedagogical University named after Alkey Margulan, Kazakh National Research Technical University (Satbayev University), dan MH Dulaty Taraz Regional University.
Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan Fadjroel Rachman mengatakan, forum ini akan menjadi awal dari kerja sama yang tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi berlanjut dalam pelaksanaan program konkret. Kerja sama di bidang pendidikan ini bisa menjadi masa depan yang cerah bagi kedua negara negara.
”Saya harap kolaborasi antara perguruan tinggi di Indonesia dan Kazakhstan dapat terealisasikan dan tidak hanya tertulis pada lembaran kertas saja. Forum ini tentu ditujukan untuk membahas kolaborasi masa depan antara perguruan tinggi di Indonesia dan Kazakhstan,” kata Fadjroel saat membuka Kazakhstan–Indonesia Forum of Higher Education Institutions di UMN, Gading Serpong, Tangerang, Banten, dalam keterangan pers, Rabu (17/6/2026).
Dia mengungkapkan, kerja sama ini diarahkan untuk memperluas kolaborasi internasional melalui pertukaran mahasiswa, riset bersama, dan pengembangan akademik di bidang akal imitasi (AI) serta isu keberlanjutan. Babak awal kolaborasi ini diharapkan nantinya bisa memperbanyak mahasiswa Kazakhstan untuk belajar di Indonesia.
Deputy Head of Mission di Kedutaan Besar Kazakhstan untuk Indonesia Arnur Tanbay juga menegaskan pentingnya kolaborasi pendidikan antarnegara. Angka pertukaran pelajar dan riset perlu ditingkatkan yang mencakup topik-topik yang saat ini dibutuhkan di dunia. Kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan berbagai inovasi dan ide baru di masa depan.
”Dialog antara perguruan tinggi di Indonesia dan Kazakhstan menjadi strategis dan menjadi simbol bagaimana pendidikan menjadi penting. Melihat dunia yang saat ini berkembang pesat, saya melihat pendidikan tinggi bukan hanya tempat untuk belajar, melainkan melahirkan inovasi baru dan pertumbuhan ekonomi,” kata Arnur.
Direktur Kerja Sama Internasional di Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Kazakhstan Serik Kalkamanov pun hadir secara langsung ke Indonesia untuk memperkuat komitmen kementeriannya dalam memfasilitasi dan mengawal kesepakatan akademik antarnegara agar berjalan optimal.
Menurut dia, pertemuan mahasiswa dari UMN dan mahasiswa dari 11 universitas di Kazakhstan nantinya dapat menghasilkan riset bersama pada berbagai sektor strategis, mulai dari ekonomi, AI, pelayanan kesehatan, hingga keamanan siber. Ini diharapkan menjadi bukti keseriusan institusi pendidikan kedua negara untuk melangkah maju bersama.
”Kami ingin mendorong mahasiswa untuk belajar, baik di Indonesia maupun di Kazakhstan. Pertukaran akademik kedua negara menjadi hal penting yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi negara,” ujar Serik.
Rektor UMN Andrey Andoko menilai, forum ini sangat selaras dengan target UMN dalam mempercepat eskalasi kualitas pendidikan menuju standar global. Melalui kesepakatan ini, UMN akan mewujudkan sinergi akademik yang produktif dan berdampak luas.
”Saat ini, kami memang berfokus untuk terus mengekspansi kolaborasi-kolaborasi dengan mitra perguruan tinggi internasional. Saya harap kolaborasi ini tidak sekadar diresmikan saja, tetapi juga bisa melakukan aksi nyata nantinya,” kata Andrey.
Selain itu, UMN juga turut menjembatani kolaborasi perguruan tinggi di Indonesia dengan Kazakhstan, seperti melibatkan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Islam Riau, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Universitas Alma Ata Yogyakarta, President University, Binus University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Telkom University, Tarumanegara University, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pertamina dan Universitas Negeri Surabaya.





