Lestari Moerdijat Ajak Generasi Muda Jember Jadi Penjaga Bumi Melalui Film Teman Tegar Maira

realita.co
6 jam lalu
Cover Berita

JEMBER (Realita) - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda di Jember, untuk memaknai kecintaan terhadap lingkungan sebagai bagian dari nilai kebangsaan. Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan nonton bareng film Teman Tegar Maira, di Jember, Selasa malam (16/06/2026).

Menurut Lestari, kegiatan nobar bukan sekadar agenda hiburan, melainkan ruang refleksi untuk memahami kembali hubungan manusia dengan alam dan tanggung jawab menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Baca juga: LPS Ungkap 154 Bank Sudah Dicabut Izin Usahanya, 19 di Antaranya di Jatim

“Mungkin kelihatan sederhana, nobar. Tapi sesungguhnya yang ingin saya tawarkan adalah kita bersama-sama masuk ke ruang yang lebih dalam, ruang untuk merenungkan hubungan kita dengan alam dan memahami kembali makna kita sebagai bagian dari bumi ini,” ujarnya.

Dalam paparannya, Lestari mengajak peserta merenungkan pertanyaan mendasar tentang cara manusia memandang bumi. Ia menilai masa depan bangsa sangat ditentukan oleh bagaimana generasi saat ini memperlakukan lingkungan hidup.

Menurutnya, nilai-nilai kebangsaan yang selama ini dikenal melalui Empat Pilar MPR tidak hanya berkaitan dengan politik, hukum, dan kehidupan sosial, tetapi juga memiliki dimensi ekologis yang kuat.

“Hari ini marilah kita bersama-sama melihat bahwa nilai kebangsaan berbicara tentang bagaimana kita memperlakukan alam. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga nilai hidup yang mengajarkan kita untuk tidak merusak lingkungan yang menjadi sumber kehidupan,” tegasnya.

Lestari menjelaskan, konsep kemanusiaan yang adil dan beradab tidak dapat dipisahkan dari sikap menjaga alam. Ia menilai manusia tidak bisa mengklaim dirinya beradab jika pada saat yang sama merusak ruang hidupnya sendiri.

Ia juga menyinggung amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan pemanfaatan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Namun, kemakmuran tersebut harus berkelanjutan dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kemakmuran yang sejati adalah kemakmuran yang bisa diwariskan kepada generasi baru. Jika ruang hidup bersama ini rusak, maka yang terganggu bukan sekadar lingkungan, tetapi keberlanjutan bangsa itu sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Lestari menyoroti berbagai dampak krisis lingkungan yang kini semakin nyata dirasakan masyarakat, mulai dari abrasi pantai, penurunan permukaan tanah, kenaikan muka air laut, hingga berkurangnya kawasan hutan.

Baca juga: Gus & Ning Jember 2026, Upaya Pemkab Mencetak Generasi Muda Unggul dan Duta Pembangunan Daerah

Ia menegaskan bahwa dunia saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai perubahan iklim, melainkan sudah memasuki fase krisis lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan manusia.

“Ini bukan hanya cerita, bukan hanya berita, tetapi kenyataan yang harus dijalani hari ini. Karena itu, film yang kita saksikan menjadi pembelajaran agar kita sadar bahwa kita bukan terpisah dari alam dan masa depan ditentukan oleh bagaimana kita menjaganya,” ujarnya.

Lestari berharap film Teman Tegar Maira mampu menjadi cermin bagi masyarakat untuk melihat konsekuensi dari setiap pilihan yang diambil terhadap lingkungan. Ia mengajak seluruh peserta tidak hanya menonton, tetapi juga merasakan dan menghubungkan pesan film dengan kondisi lingkungan di sekitar mereka.

Menutup sambutannya, politisi Partai NasDem itu menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan untuk menjaga keberlangsungan bangsa.

“Menjaga lingkungan bukan pilihan. Menjaga lingkungan adalah keharusan. Dan menjaga lingkungan adalah menjaga bangsa ini. Khusus bagi generasi muda, kalianlah yang akan menjadi penentu masa depan Indonesia,” tandasnya.

Baca juga: Gus Fawait Sebut Finalis Gus-Ning Jember 2026 Aset Daerah, Siap Wujudkan Jember sebagai Singa Ekonomi Jawa Timur

Sementara itu, Anggota MPR RI Fraksi NasDem, Charles Meikyansah, menilai film Teman Tegar Maira membawa pesan kuat tentang persatuan, kecintaan terhadap alam, serta pentingnya kesadaran menjaga lingkungan sebagai sumber kehidupan.

Dalam sambutannya, Charles menegaskan bahwa Indonesia adalah satu kesatuan yang utuh, dari Papua hingga Jawa Timur, termasuk Jember yang menjadi lokasi kegiatan nobar tersebut.

“Indonesia punya Papua, Indonesia punya Jember, Indonesia punya Jawa Timur, dan kita adalah satu kesatuan yang bulat,” katanya.

Menurut Charles, selain menyajikan hiburan, film tersebut juga menghadirkan nilai pendidikan yang relevan dengan kondisi saat ini, terutama mengenai hubungan manusia dengan alam dan dampak kekuasaan terhadap kehidupan masyarakat.

“Mari kita jaga alam kita, karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaganya. Alam ini memberikan kita hidup dan kehidupan, tetapi kadang-kadang kita lupa terhadap alam itu sendiri,” pungkasnya.rd

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prediksi Irak vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Ujian Berat Singa Mesopotamia
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Kemnaker Siap Cairkan Uang Saku MagangHub Gelombang Terakhir
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Peran Dalang dan Eksekutor di Kasus Kakek PIK Nyaris Diculik
• 8 jam laludetik.com
thumb
Kepala Bakom Qodari Sebut Program 3 Juta Rumah Sudah Tembus 324 Ribu Unit
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Didesak Dalami Aliran Suap Kasus OTT Bupati Muara Enim
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.