HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Xavi Hernandez resmi memimpin Timnas Belanda dan langsung mencatat sejarah baru bersama Oranje.
Pelatih asal Spanyol itu menjadi pelatih asing pertama Belanda sejak Ernst Happel menangani Oranje pada 1978.
Xavi menggantikan Ronald Koeman dan mendapat mandat membangun Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030.
Ia kini menghadapi tantangan besar untuk mengakhiri penantian panjang Belanda dalam meraih trofi mayor.
Keputusan federasi sepak bola Belanda menunjuk Xavi menjadi perubahan besar dalam tradisi kepelatihan Oranje.
Selama hampir lima dekade, posisi pelatih Timnas Belanda kembali dipercayakan kepada figur dari luar negeri.
Nama terakhir yang datang dari luar Belanda adalah Ernst Happel, pelatih asal Austria yang memimpin Oranje pada era 1970-an.
Happel membawa Belanda hingga final Piala Dunia 1978 sebelum perjalanan mereka terhenti setelah kalah dari Argentina.
Setelah periode tersebut, kursi pelatih Belanda lebih banyak diisi sosok lokal yang dianggap memahami karakter sepak bola nasional.
Kini, KNVB mengambil pendekatan berbeda dengan mempercayakan proyek jangka panjang kepada Xavi.
Mantan gelandang Barcelona tersebut dikontrak hingga Piala Dunia 2030, dengan Euro 2028 menjadi salah satu agenda besar yang akan dipersiapkannya.
Penunjukan itu sekaligus menandai pengalaman pertama Xavi sebagai pelatih sebuah tim nasional setelah sebelumnya menangani klub.
Dekat dengan Sepak Bola BelandaAda alasan kuat mengapa Xavi melihat pekerjaan barunya bukan sebagai sesuatu yang benar-benar asing.
Filosofi sepak bola Belanda memiliki pengaruh besar terhadap perjalanan Xavi sejak masa pembentukan dirinya sebagai pemain di Barcelona.
Nama Johan Cruyff menjadi salah satu penghubung utama antara Xavi dan tradisi sepak bola Belanda.
Selain Cruyff, Rinus Michels juga disebut Xavi sebagai figur yang memberikan pengaruh terhadap cara pandangnya terhadap permainan.
“Sebagai seseorang yang mendapat pendidikan di akademi Barcelona, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda,” ujar Xavi Hernandez dikutip dari laman resmi KNVB, Kamis (13/8/2026).
Kedekatan tersebut membuat Xavi percaya dirinya memiliki pemahaman terhadap prinsip yang selama ini melekat dengan identitas Oranje.
Ia ingin membangun tim yang berani memainkan sepak bola menyerang, menguasai pertandingan, serta mengandalkan kreativitas para pemain.
Bagi Xavi, filosofi tersebut bukan sekadar teori karena telah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
“Anda bisa mengatakan saya sedikit seperti anak dari sepak bola Belanda,” kata Xavi Hernandez.
Selain Cruyff dan Michels, Xavi juga menyebut Louis van Gaal serta Frank Rijkaard sebagai dua sosok yang turut membentuk dirinya.
Van Gaal memberikan Xavi kesempatan menjalani debut bersama Barcelona.
Sementara itu, Rijkaard juga menjadi figur penting dalam perkembangan Xavi ketika masih berstatus pemain hingga kemudian menekuni dunia kepelatihan.
Proyek Empat Tahun Xavi HernandezKNVB tidak hanya menunjuk Xavi untuk menyelesaikan persoalan jangka pendek.
Kontrak hingga 2030 menunjukkan bahwa federasi Belanda menyiapkan proyek yang lebih panjang untuk mantan pelatih Barcelona tersebut.
Euro 2028 dan Piala Dunia 2030 menjadi dua target utama yang akan menjadi ukuran keberhasilan Xavi.
Namun, ia tidak harus menunggu bertahun-tahun untuk menjalani pertandingan pertamanya sebagai pelatih Oranje.
Xavi dijadwalkan melakoni debut ketika Belanda menghadapi Jerman pada 24 September dalam ajang Nations League di Johan Cruyff Arena, Amsterdam.
Pertandingan tersebut akan menjadi ujian awal bagi Xavi dalam menerapkan ide sepak bolanya di level internasional.
Jerman juga bukan lawan sembarangan karena merupakan salah satu rival penting Belanda di sepak bola Eropa.
Debut tersebut sekaligus menjadi kesempatan pertama Xavi memperlihatkan bagaimana dirinya menerjemahkan permainan berbasis penguasaan bola dan serangan ke dalam skuad Oranje.
Mengapa Ronald Koeman Digantikan?Kedatangan Xavi tidak terlepas dari berakhirnya periode kedua Ronald Koeman sebagai pelatih Timnas Belanda.
Koeman meninggalkan jabatannya setelah perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026 berakhir mengecewakan.
Oranje tersingkir dari Maroko melalui adu penalti pada babak 32 besar turnamen tersebut.
Sebelum Xavi ditetapkan sebagai pilihan akhir, sejumlah nama sempat dikaitkan dengan posisi tersebut.
Arne Slot menjadi salah satu kandidat yang sempat disebut dalam pembicaraan dengan federasi, tetapi akhirnya tetap melanjutkan kariernya di sepak bola klub.
KNVB kemudian menjatuhkan pilihan kepada Xavi karena melihat pengalaman serta karakter sepak bolanya cocok dengan rencana yang ingin dibangun.
Direktur sepak bola Belanda Nigel de Jong juga memberikan penilaian positif terhadap rekam jejak Xavi.
“Sebagai pemain saja, Xavi telah mengalami dan memenangkan segalanya, dengan Piala Dunia, berbagai gelar nasional, dan gelar Liga Champions,” ujar De Jong.
Bagi KNVB, pengalaman Xavi sebagai pemain kelas dunia menjadi salah satu modal penting untuk memimpin generasi baru Oranje.
Misi Besar Mengubah Nasib OranjeTantangan Xavi tidak berhenti pada persoalan menerapkan gaya bermain baru.
Ia juga harus membantu Belanda mengatasi masalah lama ketika tampil dalam pertandingan-pertandingan terbesar.
Belanda telah tiga kali mencapai final Piala Dunia, tetapi selalu gagal membawa pulang trofi.
Kegagalan tersebut membuat Oranje menjadi salah satu negara dengan jumlah kekalahan final Piala Dunia terbanyak tanpa pernah menjadi juara.
Gelar mayor terakhir Belanda datang pada Euro 1988.
Setelah keberhasilan tersebut, Oranje beberapa kali berada dekat dengan peluang meraih trofi, tetapi selalu gagal menuntaskan perjalanan.
Belanda bahkan kembali mengalami kekecewaan di semifinal Euro, termasuk ketika kalah dari Inggris dua tahun lalu.
Kondisi itulah yang membuat proyek Xavi memiliki tekanan cukup besar.
Ia bukan hanya dituntut membangun permainan atraktif, tetapi juga membawa Belanda melewati batas yang selama ini sulit mereka lampaui.
Pengalaman Jadi Modal BerhargaXavi memiliki pengalaman langsung mengenai bagaimana sebuah tim nasional dapat berubah dari sekadar kandidat menjadi penguasa sepak bola dunia.
Sebagai pemain Spanyol, ia menjadi bagian penting dari generasi yang mengubah sejarah La Roja.
Spanyol memenangkan Euro 2008, Piala Dunia 2010, dan Euro 2012 secara beruntun.
Xavi menjadi salah satu pemain sentral dalam periode emas tersebut dan memahami tekanan yang muncul ketika sebuah tim dituntut memenangkan gelar.
Kini, pengalaman itu akan dicoba diterapkan dari sisi lapangan bersama Timnas Belanda.
Jika berhasil, Xavi bukan hanya akan dikenang sebagai pelatih asing pertama Oranje setelah 1978.
Ia juga berpeluang menjadi sosok yang mengakhiri penantian Belanda sejak Euro 1988.
Karier Kepelatihan Xavi HernandezSebelum mendapatkan kesempatan menangani Timnas Belanda, Xavi membangun karier kepelatihannya di Qatar bersama Al-Sadd.
Setelah itu, ia kembali ke Barcelona dan menangani klub yang membesarkan namanya sebagai pemain.
Di Barcelona, Xavi berhasil mempersembahkan gelar La Liga pada 2023 sebelum akhirnya meninggalkan jabatan tersebut pada akhir musim berikutnya.
Posisinya kemudian diisi Hansi Flick.
Karier Xavi sebagai pemain jauh lebih gemerlap dibandingkan kiprahnya di pinggir lapangan.
Ia memenangkan empat trofi Liga Champions bersama Barcelona dan berada di jajaran pemain dengan jumlah penampilan terbanyak sepanjang sejarah klub.
Kini, semua pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menjalankan proyek baru bersama Belanda.
Xavi memiliki waktu hingga 2030 untuk membuktikan apakah filosofi sepak bola yang membentuk dirinya mampu membawa Oranje kembali ke puncak. (*)





