IHSG Bertolak ke Zona Merah Turun 0,44% Usai Dibuka Menguat

bisnis.com
8 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami pelemahan 0,44% menuju level 6.227,49 pada pukul 10.03 WIB hari ini, Rabu (17/6/2026) usai dibuka menguat.

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG dibuka pada level 6.321,96 dan sempat menyentuh level tertingginya 6.377,19 sesaat setelah perdagangan dibuka pagi ini.

Sebanyak 305 saham menguat, 334 saham melemah, dan 169 saham diperdagangkan stagnan. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat Rp10.844,51 triliun.

Adapun, IHSG sempat mencatat reli signifikan pada perdagangan Senin (15/6/2026) ditutup menguat 4,12% ke level 6.254,97, didorong sentimen positif dari kabar kesepakatan damai AS–Iran serta koreksi harga minyak dunia.

Baca Juga : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Rabu 17 Juni 2026

Tim riset Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal prospek IHSG dalam jangka pendek masih relatif positif. Indeks berhasil ditutup di atas rata-rata pergerakan yang mengindikasikan perubahan tren menuju fase yang lebih konstruktif.

Selain itu, indikator MACD masih menunjukkan histogram positif yang terus meningkat, menandakan momentum penguatan belum sepenuhnya berakhir. Namun demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung.

"IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 6.150 hingga 6.400 pada perdagangan berikutnya," tulis tim riset yang dikutip, Rabu (17/6/2026).

Penguatan IHSG pada penutupan perdagangan tersebut menjadi salah satu kenaikan harian terbesar dalam beberapa waktu terakhir, bahkan sempat menyentuh level 6.345 di tengah sesi perdagangan seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Katalis utama berasal dari rencana penandatanganan kesepakatan damai AS–Iran di Swiss pada Jumat (19/6), yang memicu ekspektasi stabilitas di kawasan serta potensi normalisasi jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Sentimen tersebut turut mendorong penguatan pasar saham global, termasuk Indonesia.

Dari sisi komoditas, harga minyak mentah dunia mengalami koreksi tajam. West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 4% ke kisaran US$80 per barel, sementara Brent melemah ke sekitar US$83 per barel. Pelemahan ini meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global.

Bagi Indonesia yang masih bergantung pada impor energi, penurunan harga minyak dinilai positif karena berpotensi menekan inflasi, mengurangi tekanan nilai tukar rupiah, serta memperkecil risiko pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sentimen positif juga tercermin pada pasar valuta asing, dengan rupiah menguat 0,85% ke level Rp17.709 per dolar AS pada Senin (15/6), seiring meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko di pasar domestik.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penampakan Tumpukan Air Zamzam Sitaan dari Koper Jemaah Haji yang Nekat Mau Bawa Pulang
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Hampir Tiga Tahun, Rumah Indent Belum Selesai
• 9 jam laludetik.com
thumb
Pertamina Patra Niaga Sulawesi Perkuat Pasokan Biosolar dan Pengaturan Layanan di SPBU Maros
• 21 jam laluterkini.id
thumb
Telan Korban Jiwa, DPRD Surabaya Bakal Panggil Penanggung Jawab Proyek Gorong-Gorong Margorejo
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Dukung Jerman hingga Inggris, Begini Harapan teman kumparan di Piala Dunia 2026
• 48 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.