Penampakan Tumpukan Air Zamzam Sitaan dari Koper Jemaah Haji yang Nekat Mau Bawa Pulang

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

MADINAH, KOMPAS.com - Petugas haji menyita barang bawaan terlarang jemaah, khususnya air zamzam botol dari koper bagasi jemaah yang akan dibawa pulang ke Indonesia.

Hal ini terungkap saat digelar inspeksi ke gudang logistik penyimpanan barang sitaan pada Selasa (16/6/2026).

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Khalilurrahman yang meninjau tumpukan zamzam hasil sitaan memberikan peringatan keras agar jemaah tak membawa air zam-zam.

"Imbauan sudah sering diberikan namun masih saja ditemukan yang melanggar," tegasnya.

Air zamzam hasil sitaan petugas ditumpuk di lapangan terbuka. Kardus, plastik, dan botol-botol yang digunakan untuk mengemas air zamzam berserakan tak beraturan di sana. 

Menurut Khalilurrahman, masih banyak jemaah yang mencoba mengelabui petugas dengan membalut botol menggunakan lakban maupun aluminium foil.

Baca juga: 75 Kloter Sudah Pulang, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam dalam Koper

Dia menegaskan, cara tersebut dipastikan gagal karena seluruh koper wajib melewati pemeriksaan berlapis.

Pemindaian mesin X-Ray berteknologi tinggi di gudang logistik bakal mendeteksi barang, meski sudah dibungkus aluminium foil.

"Akan langsung ketahuan. Meski itu ditutup lakban pakai aluminium foil dan sebagainya, akan langsung terdeteksi," ujarnya.

Kemudian koper akan dibongkar paksa untuk mengeluarkan barang terlarang. Petugas Perlindungan Jemaah (Linjam) turut menyaksikan proses pembongkaran agar memastikan hanya barang larangan yang disita.

Kalaupun ada koper yang lolos dari pemindaian pertama ini, pengamanan berlapis telah disiapkan. Tas bagasi jemaah akan kembali disensor secara ketat setibanya di bandara sebelum dimasukkan ke dalam pesawat.

Baca juga: Kemenhaj: 98.487 Jemaah dan 1.010 Petugas Haji Telah Tiba di Tanah Air

Pihak penyelenggara haji sejatinya sangat memaklumi niat mulia jemaah yang ingin membawa air suci tersebut sebagai buah tangan untuk keluarga.

Kendati demikian, regulasi keamanan penerbangan adalah hal mutlak yang tidak bisa ditawar.

"Membawa air zamzam untuk dibagikan sanak saudara itu baik, tetapi harus sesuai koridor atau melalui cara yang resmi. Jika di dalam bagasi kemudian ada kebocoran, maka bisa membahayakan penerbangan," ujarnya memberi pemahaman.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain menyita air zamzam, inspeksi tersebut juga mengamankan berbagai benda yang dilarang keras masuk ke dalam bagasi pesawat.

Barang-barang yang berisiko memicu bahaya penerbangan seperti power bank (pengisi daya portabel), korek api, pisau, dan gunting.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sound Horeg Terbakar saat Malam Satu Suro di Pati, Kerugian Ditaksir Rp 275 Juta
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Siap Sambut Delegasi, Wali Kota Kazan Ungkap Transformasi Kota Jelang KTT Rusia-ASEAN 2026
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Akan Wajibkan ASN Ikut E-Learning Antikorupsi KPK
• 10 menit lalukompas.com
thumb
Harga Emas Dunia Menguat, Penjualan di Indonesia Justru Masih Lesu
• 22 jam laludisway.id
thumb
Pemukim Yahudi Hancurkan Saluran Air ke Desa Palestina di Tepi Barat
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.