Harga Emas Dunia Naik Lagi, Sentimen Damai Timur Tengah Dongkrak Pasar

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (16/6/2026) setelah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan memudarnya ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat hingga akhir tahun.

Kondisi tersebut mendorong minat investor kembali masuk ke aset safe haven setelah sebelumnya sempat tertekan oleh ketidakpastian geopolitik dan tingginya harga energi.

Berdasarkan data pasar internasional, harga emas spot naik 0,8 persen ke level 4.338,86 dolar AS per ons. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup menguat tipis 0,1 persen menjadi 4.354,40 dolar AS per ons.

Penguatan logam mulia ini dipicu oleh pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Kebijakan tersebut sekaligus membuka kembali Selat Hormuz yang sebelumnya sempat terblokade akibat konflik militer antara AS-Israel dan Iran yang berlangsung sejak akhir Februari lalu.

Kesepakatan tersebut langsung memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global. Salah satu dampaknya terlihat pada harga minyak mentah Brent yang turun di bawah 80 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Maret 2026.

Sebelumnya, konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah sempat menjadi faktor yang menekan pergerakan emas. Kenaikan harga minyak akibat perang memunculkan kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi sehingga memperbesar peluang bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama atau dikenal dengan istilah higher for longer.

Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas umumnya kehilangan sebagian daya tariknya karena tidak memberikan imbal hasil. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan keuntungan tetap seperti obligasi atau deposito.

Namun, meredanya ketegangan geopolitik dan turunnya harga minyak kini memunculkan harapan bahwa tekanan inflasi dapat berkurang. Situasi tersebut membuka ruang bagi Federal Reserve untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar dalam beberapa bulan mendatang.

Saat ini perhatian pelaku pasar tertuju pada rangkaian rapat bank sentral global yang berlangsung pekan ini. Fokus utama investor adalah pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve yang dijadwalkan pada Rabu waktu setempat.

Rapat tersebut menjadi sorotan karena merupakan debut perdana Chairman The Fed yang baru, Kevin Warsh. Pasar menantikan arah kebijakan suku bunga serta pandangan bank sentral AS terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan prospek pasar tenaga kerja.

Selain emas, pergerakan logam mulia lainnya juga menunjukkan tren positif. Harga perak spot naik 0,3 persen menjadi 70,22 dolar AS per ons. Platinum mencatat lonjakan paling tinggi dengan kenaikan 2,8 persen ke level 1.816,65 dolar AS per ons.

Sementara itu, paladium turut menguat 0,7 persen dan ditutup pada posisi 1.358,06 dolar AS per ons.

Analis menilai pergerakan harga emas dalam beberapa hari ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh hasil pertemuan Federal Reserve.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Memantik Kembali Program Konversi LPG ke Kompor Listrik
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Gratis Masuk Ragunan untuk Pemegang KTP Jakarta, Catat Tanggalnya!
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
• 2 jam laluterkini.id
thumb
Malam 1 Muharram di Yogyakarta, Peserta Mubeng Beteng Tempuh Rute Sejauh 5 Km dalam Hening dan Bertelanjang Kaki
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Pengakuan Jujur Lionel Messi soal Tangisannya saat Cetak Hattrick untuk Argentina di Piala Dunia 2026
• 2 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.