Kapal-kapal tanker minyak Iran akhirnya telah keluar dari zona blokade di perairan Teluk yang diblokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Demikian menurut situs web TankerTrackers pada hari Rabu (17/6), menyebutnya sebagai "ekspor minyak mentah pertama negara itu dalam dua bulan".
"Setidaknya dua kapal tanker super VLCC milik National Iranian Tanker Company (NITC) bernama DIONA (9569695) dan HERO2 (9362073) telah keluar dari perimeter blokade Angkatan Laut AS dengan membawa total 3,8 juta barel minyak mentah Iran," kata TankerTrackers dalam sebuah unggahan di media sosial X, mengutip data pelacakan digital yang dikuatkan oleh citra satelit, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (17/6/2026).
Situs yang memantau pengiriman dan penyimpanan minyak tersebut, kemudian menambahkan bahwa kapal tanker NITC ketiga telah "keluar dari garis blokade dengan 1 juta barel minyak mentah Iran".
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan kesepakatan damai Amerika Serikat dan Iran sudah ditandatangani. Ia menegaskan Selat Hormuz akan segera terbuka sepenuhnya Jumat (19/6) ini.
Dilansir Aljazeera, Selasa (16/6/2026), Trump menyampaikan pernyataannya itu di Evian-Les-Bains, Prancis. Ia bicara di depan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
"Kesepakatan dengan Teheran sudah ditandatangani," kata Trump.
Namun demikian, Trump tidak menjelaskan apakah Iran juga menandatangani dokumen tersebut.
"Kesepakatan sudah ditandatangani, dan Selat sudah sebagian dibuka," imbuh Trump.
(ita/ita)





