PARIS, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Trump menilai tindakan Netanyahu di Lebanon merintangi upaya AS di Timur Tengah.
Hal tersebut disampaikan Trump saat KTT G7 di Prancis pada Selasa (16/6/2026). Dia mengaku kecewa atas tindakan Israel yang bersikeras akan terus menduduki wilayah Lebanon ketika AS memfinalisasi kesepakatan damai dengan Iran.
Dia meminta Netanyahu lebih bertanggung jawab atas tindakan Israel di Lebanon. Menurutnya, Netanyahu telah merugikan AS kendati Washington menjadi pelindung Israel.
"Tanpa AS, tidak akan ada Israel. Tanpa saya, tidak akan ada Israel karena tidak ada presiden (AS) lain yang mau melakukan apa yang saya lakukan," kata Trump, dikutip Associated Press.
Baca Juga: Netanyahu Klaim Perang Iran Tercapai, Pengamat Soroti Perbedaan Strategi Israel dan AS
"Saya memiliki hubungan yang baik dengan Bibi (Netanyahu). Sekarang Bibi harus lebih bertanggung jawab terkait Lebanon."
Sebelumnya, Netanyahu bersikeras militer Israel akan mempertahankan wilayah yang didudukinya di Lebanon dan Suriah kendati AS dan Iran telah mencapai kesepakatan. Kesepakatan itu direncanakan akan ditandatangani pada Jumat (19/6/2026) mendatang.
Sikap Netanyahu tersebut bertentangan dengan tuntutan Iran kepada AS. Pemerintah Iran menegaskan kesepakatan damai mencakup Lebanon.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pun menekankan perang Israel di Lebanon terkait langsung dengan Iran. Sehingga, dia menuntut AS memastikan implementasi kesepakatan di Lebanon.
"Kelanjutan pendudukan Israel atas wilayah Lebanon adalah pelanggaran terhadap nota kesepahaman," kata Araghchi.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- donald trump
- benjamin netanyahu
- israel
- serangan israel ke lebanon
- Lebanon
- kesepakatan as iran





