10 Negara dengan Upah Minimum Tertinggi di Dunia, Berminat Bekerja di Sana?

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Fakta bahwa Luksemburg menempati posisi teratas sebagai negara dengan upah minimum tertinggi di dunia pada tahun 2026 sering kali menyita perhatian para pencari kerja maupun korporasi internasional. Berdasarkan data ketenagakerjaan terbaru dari Globall Payroll, negara sekuler di Eropa Barat ini menetapkan upah bulanan minimum sebesar EUR 2.703,74 atau sekitar USD 3.160 bagi pekerja dewasa tidak terlatih (unskilled adult workers). 

Sementara itu, bagi pekerja ahli atau terlatih (skilled workers) yang berusia 18 tahun ke atas, nominalnya meroket hingga EUR 3.244,48 per bulan atau setara dengan USD 3.792. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 5,2% dari tahun 2025 yang dipicu oleh penyesuaian otomatis terhadap inflasi. 

Standar upah minimum di berbagai belahan dunia sendiri sangat bervariasi. Perbedaan ini tidak hanya terletak pada nominal mata uangnya, tetapi juga pada metode pengukuran yang digunakan (berbasis per jam versus bulanan), siklus pembaruan tarif, hingga ruang lingkup pemberlakuan kebijakan tersebut.

Lebih jauh lagi, regulasi ini berkaitan erat dengan kewajiban tambahan bagi pemberi kerja, seperti kontribusi dana pensiun wajib dan bonus tahunan yang diatur oleh undang-undang setempat. Ketika sebuah perusahaan memutuskan untuk melakukan ekspansi, kepatuhan hukum menuntut korporasi untuk tunduk sepenuhnya pada regulasi upah minimum lokal di tempat karyawan tersebut bekerja secara fisik, bukan berdasarkan hukum ketenagakerjaan yang berlaku di negara asal perusahaan (home country).

Bagaimana Aturan Upah Minimum di Sebagian Besar Negara di Dunia?

Dollar BNI (Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA)

Secara definisi, upah minimum merupakan batas bawah pembayaran imbalan kerja paling rendah yang legal secara hukum untuk diberikan oleh pengusaha kepada para stafnya. Kebijakan ini umumnya diundangkan oleh otoritas pemerintah guna melindungi kaum buruh dari praktik eksploitasi sekaligus menjamin standar hidup dasar yang layak di masyarakat. 

Namun, mekanisme penentuan upah ini tidak seragam di seluruh yurisdiksi. Di sejumlah negara dengan iklim perekonomian maju, peranan serikat pekerja yang solid dan perjanjian kerja bersama atau collective bargaining agreements (CBAs) memegang kendali penuh dalam menegosiasikan struktur pengupahan, bahkan mampu menggantikan fungsi undang-undang upah minimum nasional formal.

Faktor-Faktor Makroekonomis yang Mempengaruhi Standar Upah

Perumusan atau penyesuaian regulasi upah minimum tertinggi di dunia oleh otoritas moneter dan ketenagakerjaan senantiasa melibatkan kalkulasi berbagai variabel makroekonomi yang saling bertautan erat. Berikut faktor makroekonomi yang sangat mempengaruhi standar upah atau minimum wage:

  • Faktor pertama dan yang paling dominan adalah biaya hidup domestik serta laju inflasi. Tingginya pengeluaran riil masyarakat untuk sektor perumahan, energi, makanan, dan transportasi secara otomatis akan mendorong pemerintah menaikkan ambang batas pengupahan demi menjaga daya beli.  Di Eropa, banyak negara anggota Uni Eropa yang kini mulai menyelaraskan formula kenaikan upah mereka dengan EU Adequate Minimum Wages Directive, sebuah regulasi yang mengatur batas bawah upah berada di level 50% dari median upah nasional atau 60% dari rata-rata upah bruto masyarakat.

  • Faktor kedua adalah regulasi pemerintah mengenai hukum perburuhan yang dibentuk oleh sejarah pergerakan serikat pekerja, stabilitas politik, serta strategi ekonomi jangka panjang negara. 

  • Faktor ketiga mencakup kekuatan ekonomi makro dan produk domestik bruto (gross domestic product/GDP) per kapita. Negara dengan struktur ekonomi yang mapan dan produktivitas tinggi umumnya sanggup mempertahankan kebijakan upah minimum tertinggi di dunia tanpa khawatir akan memicu lonjakan inflasi yang destruktif atau gelombang pemutusan hubungan kerja (layoff). 

10 Negara dengan Upah Minimum Tertinggi di Dunia

Berikut adalah 10 negara dengan standar pengupahan tertinggi di dunia pada tahun 2026, berdasar data yang dihimpun dari Globall Payroll:

1. Luksemburg

Kombinasi antara biaya hidup yang tinggi dan gaya hidup yang serba mahal menempatkan Luksemburg sebagai negara dengan upah bulanan tertinggi di dunia. Untuk mempertahankan standar tersebut, pemerintah mengevaluasi tarif upah secara berkala setiap dua tahun sekali dengan ketentuan sebagai berikut: 

  • Pekerja Ahli (18 Tahun Ke Atas): EUR 3.244,48 per bulan (sekitar USD 3.792).

  • Pekerja Tidak Terlatih (18 Tahun Ke Atas): EUR 2.703,74 per bulan (sekitar USD 3.160).

  • Pekerja Remaja (17-18 Tahun): Diberlakukan tarif khusus dengan pengurangan persentase tertentu.

2. Australia

Sistem pengupahan di Australia dievaluasi setiap tahun oleh Fair Work Commission dan umumnya mulai diimplementasikan pada bulan Juli. Selain menetapkan tarif per jam yang sangat tinggi, hukum Australia mewajibkan pemberi kerja memberikan kontribusi dana pensiun ekstra yang disebut superannuation sebesar 11,5% di atas upah pokok karyawan.

Sementara itu, untuk Upah Minimum 2026 di Australia sendiri adalah sebesar AUD 24,95 per jam (setara dengan sekitar USD 16,87 per jam, atau estimasi akumulasi USD 2,830 per bulan). Sistem pengupahan Australia juga dilapisi oleh regulasi Modern Awards yang mengukur upah lebih tinggi untuk 100 jenis pekerjaan tertentu. 

3. Irlandia

Pertumbuhan ekonomi yang kuat dan konsisten dalam sepuluh tahun terakhir membuat Irlandia melesat masuk ke dalam daftar lima besar negara dengan upah tertinggi di Uni Eropa, seiring usaha pemerintah mengimbangi inflasi biaya sewa properti di kawasan urban. Sementara itu, untuk Upah Minimum 2026 di Irlandia adalah sebesar EUR 2,391 per bulan (setara dengan kisaran USD 2.794).

4. Jerman

Sejak memperkenalkan upah minimum nasional pertama kali pada tahun 2015, Jerman terus merevisi kebijakan pengupahannya secara berkala. Melalui keputusan Komisi Upah Minimum nasional, per 1 Januari 2026, Jerman mencatatkan lompatan upah paling signifikan dalam sejarahnya yang berdampak langsung pada kesejahteraan 6,6 juta buruh. Otoritas bahkan telah meresmikan undang-undang untuk kenaikan lanjutan pada periode berikutnya

Upah Minimum 2026 Jerman saat ini berkisar antara EUR 13,90 per jam (sekitar USD 16,24 per jam), mengalami kenaikan dari tarif tahun 2025 yang berada di angka EUR 12,82. Kebijakan ini dipastikan akan naik lagi menjadi EUR 14,60 per jam pada bulan Januari 2027.

5. Belanda

Belanda menerapkan kebijakan ketenagakerjaan yang fleksibel dengan menghapus batas upah minimum bulanan tetap. Hukum Belanda juga menggaransi hak pekerja atas tunjangan liburan wajib (statutory holiday allowance).

Upah Minimum 2026 Belanda kurang lebih sekitar EUR 14,71 per jam (setara dengan sekitar USD 17,19 per jam). Pemerintah kemudian memperbarui nominal upah ini sebanyak dua kali dalam satu tahun, yakni setiap bulan Januari dan Juli.

6. Belgium

Belgia menerapkan upah minimum berbasis jaminan pendapatan bulanan rata-rata nasional minimum. Kendati demikian, banyak sektor industri di Belgia yang menegosiasikan tarif pendapatan di atas standar dasar tersebut melalui kesepakatan kolektif internal.

Upah Minimum 2026 di Belgia sendiri adalah sekitar EUR 2,154.11 per bulan (sekitar USD 2,517), setelah mendapatkan suntikan kenaikan wajib sebesar EUR 35 pada bulan April 2026.

7. United Kingdom (Inggris Raya)

Inggris menggunakan nomenklatur resmi Upah Hidup Nasional (National Living Wage) untuk pekerja yang telah menginjak usia 21 tahun ke atas. Pemerintah memiliki komitmen jangka panjang untuk menjaga agar lantai upah ini tidak berada di bawah angka dua pertiga dari median pendapatan masyarakat Inggris.

Upah Minimum 2026 di Inggris saat ini berkisar GBP 12,71 per jam (sekitar USD 16,82 per jam) yang mulai berlaku aktif sejak April 2026, naik dari periode sebelumnya yang sebesar GBP 12,21 (USD 16,16). Skema tarif yang lebih rendah dialokasikan untuk pekerja magang (apprentice) dan pekerja di bawah usia 18 tahun.

8. Selandia Baru

Pemerintah Selandia Baru mengevaluasi ambang batas upah minimum secara tahunan yang biasanya diketuk palu setiap tanggal 1 April. Kebijakan kompensasi komprehensif ini berlaku bagi seluruh pekerja yang telah menginjak usia 16 tahun ke atas.

Upah Minimum 2026 saat ini di New Zealand adalah sebesar 23,50 per jam (setara sekitar USD 13,38 per jam, atau estimasi USD 2,335 per bulan). Dalam kondisi khusus yang sangat terbatas, perusahaan diizinkan menerapkan tarif magang (training rate) yang lebih rendah.

9. Prancis

Di Prancis, upah minimum nasional dikenal dengan akronim SMIC (Salaire Minimum Interprofessionnel de Croissance). Regulasi ini mewajibkan penyesuaian nilai upah secara instan begitu terjadi fluktuasi pada indeks harga konsumen demi memitigasi dampak inflasi.

Upah Minimum 2026 di Prancis sendiri sekitar EUR 1.823,03 per bulan (setara dengan sekitar USD 2,130) dengan basis acuan jam kerja standar Prancis sebanyak 35 jam per minggu.

10. Kanada

Kanada tidak mengadopsi sistem upah minimum federal tunggal yang berlaku mutlak untuk seluruh pekerja domestik. Sebaliknya, regulasi diserahkan kepada kebijakan masing-masing provinsi dengan rentang tarif mulai dari CAD 15,00 hingga CAD 19,75 per jam.

Upah Minimum 2026 untuk Kanda adalah sekitar 15,00 hingga CAD 19,75 (sekitar USD 10,84 hingga USD 14,28 per jam). Sebagai gambaran, provinsi Ontario mematok tarif umum sebesar CAD 17,20 per jam, British Columbia sebesar CAD 17,40 per jam, sedangkan Alberta menetapkan tarif terendah di angka CAD 15,00 per jam.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Gelar Pertemuan Bilateral dengan Menteri Keuangan China, Ini yang Dibahas
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Pelatih Iran Ngamuk di Piala Dunia 2026: Kami Paling Tertindas!
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Belum Diungkap Semua, Betrand Peto Berbohong Soal Alasan Pindah dari Rumah Sarwendah? Ruben Onsu Beri Respon
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Warga Antusias Berburu Diskon Barang Elektronik di Jakarta Fair
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tak Hanya Mees Hilgers, FC Twente Berpotensi Punya Satu Lagi Pemain Berdarah Indonesia
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.