Kazan (ANTARA) - Wali Kota Kazan Ilsur Metshin mengatakan keamanan di Kota Kazan, Rusia, diperketat, khususnya lokasi penginapan para tamu dan sepanjang rute perjalanan delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-ASEAN.
Terkait pengaturan keamanan selama penyelenggaraan KTT, Metshin menekankan kerja sama besar-besaran telah dilakukan antara berbagai kementerian dan lembaga federal, republik, serta pemerintah kota setempat.
"Peningkatan signifikan dalam pengamanan di sekitar lokasi akomodasi para tamu telah dimulai sejak pekan lalu," kata Metshin dalam wawancara dengan RIA Novosti yang dipublikasikan Rabu.
Baca juga: PM Kamboja Hun Manet akan hadiri KTT Rusia-ASEAN
Menurut Metshin, personel kepolisian tidak hanya berasal dari Tatarstan, tetapi juga didatangkan dari berbagai wilayah lain di Rusia untuk menjaga ketertiban umum. Pola kerja khusus seluruh aparat penegak hukum tersebut akan diberlakukan di pusat Ibu Kota Tatarstan hingga Sabtu (20/6).
"Sebanyak 189 rute delegasi akan diatur di kota ini. Seluruh rute telah diuji coba," kata Metshin.
KTT yang digelar untuk memperingati 35 tahun hubungan antara Rusia dan ASEAN berlangsung di Kazan pada 17-19 Juni.
Menurut Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan mengadakan sejumlah pertemuan bilateral di sela-sela acara tersebut.
Baca juga: Rusia sebut peluang kerja sama antariksa dengan ASEAN
Selain itu, Russia-ASEAN Business Forum juga digelar pada Rabu sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KTT Rusia-ASEAN. RIA Novosti bertindak sebagai mitra media forum tersebut.
ASEAN didirikan pada tahun 1967 dan saat ini beranggotakan 11 negara, yakni Indonesia, Brunei Darussalam, Timor Leste, Vietnam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Filipina.
Dalam pertemuan di Kazan, para peserta KTT akan bertukar pandangan mengenai berbagai isu internasional dan regional paling mendesak, serta membahas langkah-langkah untuk memperdalam kerja sama antara Rusia dan ASEAN.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: ASEAN-Rusia dorong eksplorasi destinasi baru bagi diversifikasi wisata
Baca juga: RI harus arahkan ASEAN-PBB sebagai pilar utama multilateralisme global
Terkait pengaturan keamanan selama penyelenggaraan KTT, Metshin menekankan kerja sama besar-besaran telah dilakukan antara berbagai kementerian dan lembaga federal, republik, serta pemerintah kota setempat.
"Peningkatan signifikan dalam pengamanan di sekitar lokasi akomodasi para tamu telah dimulai sejak pekan lalu," kata Metshin dalam wawancara dengan RIA Novosti yang dipublikasikan Rabu.
Baca juga: PM Kamboja Hun Manet akan hadiri KTT Rusia-ASEAN
Menurut Metshin, personel kepolisian tidak hanya berasal dari Tatarstan, tetapi juga didatangkan dari berbagai wilayah lain di Rusia untuk menjaga ketertiban umum. Pola kerja khusus seluruh aparat penegak hukum tersebut akan diberlakukan di pusat Ibu Kota Tatarstan hingga Sabtu (20/6).
"Sebanyak 189 rute delegasi akan diatur di kota ini. Seluruh rute telah diuji coba," kata Metshin.
KTT yang digelar untuk memperingati 35 tahun hubungan antara Rusia dan ASEAN berlangsung di Kazan pada 17-19 Juni.
Menurut Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan mengadakan sejumlah pertemuan bilateral di sela-sela acara tersebut.
Baca juga: Rusia sebut peluang kerja sama antariksa dengan ASEAN
Selain itu, Russia-ASEAN Business Forum juga digelar pada Rabu sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KTT Rusia-ASEAN. RIA Novosti bertindak sebagai mitra media forum tersebut.
ASEAN didirikan pada tahun 1967 dan saat ini beranggotakan 11 negara, yakni Indonesia, Brunei Darussalam, Timor Leste, Vietnam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Filipina.
Dalam pertemuan di Kazan, para peserta KTT akan bertukar pandangan mengenai berbagai isu internasional dan regional paling mendesak, serta membahas langkah-langkah untuk memperdalam kerja sama antara Rusia dan ASEAN.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: ASEAN-Rusia dorong eksplorasi destinasi baru bagi diversifikasi wisata
Baca juga: RI harus arahkan ASEAN-PBB sebagai pilar utama multilateralisme global





