Grid.ID- Profil Nana Kencanawati, Wakil Ketua DPRD Cirebon. Dia diketahui minta maaf usai komentari video pengkritik MBG.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Nana Kencanawati baru-baru ini mendapat sorotan usai komentarnya terhadap ibu rumah tangga yang mengkritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam sebuah unggahan, Nana menuliskan komentar yang dinilai menghina fisik hingga akhirnya viral dan menuai kecaman.
Setelah banyak mendapat hujatan, pejabat dari Fraksi Partai Gerindra ini kemudian mengunggah permintaan maaf melalui akun Instagramnya. Postingan ini dibuat sebelum akhirnya Nana Kencanawati memprivat akun media sosialnya itu.
"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada ibu yang bersangkutan, keluarga, serta seluruh masyarakat atas komentar yang saya tuliskan di media sosial," tulis Nana, dilansir dari Kompas.com.
"Komentar tersebut tidak tepat, tidak mencerminkan sikap yang seharusnya saya tunjukkan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta ketersinggungan bagi banyak pihak. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi saya untuk lebih bijak, berhati-hati dan menghormati setiap warga dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial," lanjutnya.
Sementara itu, kasus ini berawal dari sebuah video yang menunjukkan seorang ibu rumah tangga bernama Made Nok yang mengikuti aksi demonstrasi gabungan Aliansi BEM Cirebon Raya di depan DPRD Kota Cirebon, Senin (15/6/2026). Dalam unjuk rasa itu, dia menyampaikan kritik terhadap MBG dan meminta untuk lebih memprioritaskan pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan pokok masyarakat.
"Saya mewakili emak emak ikut unjuk rasa, banyak anak yang tidak bisa meneruskan pendidikan, hentikan MBG. Kami hanya butuh pendidik murah, kesehatan murah, sandang pangan murah," teriak Made Nok.
Rekaman itu kemudian diunggah oleh sejumlah media massa dan menyebar luas di media sosial. Pada salah satu unggahan itu, akun Instagram @nanakencanawati memberikan komentar yang dinilai merendahkan dan menyerang fisik Made Nok.
"Lagian siapa yang mau ngasih lo makan?, udah GEMBROT!," tulis akun tersebut.
Ketikan itu kemudian sempat dikomentari oleh akun lain sebelum akhirnya dihapus. Sayangnya, tangkapan layar dari komentar itu sudah terlanjur beredar luas dan menuai banyak kritik dari masyarakat.
Adapun, kasus ini kemudian dikomentari oleh Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Cirebon, Ruslan Baidowi Kamal. Dia mengecam tindakan body shaming yang dilakukan Nana dan mengatakan bahwa kritik merupakan hak konstitusional yang seharusnys dihormati.
"Ketika sebuah kritik dibalas dengan serangan fisik (ad hominem), di situlah kita tahu bahwa sang penguasa sedang mengalami kepailitan nalar berpikir dan krisis argumentasi," kata Ruslan.
Ruslan menilai bahwa komentar yang mengandung hinaan fisik tidak mencerminkan etika seorang pejabat publik dan menjadi bagian dari persoalan krisis moral dalam kepemimpinan. Sementara itu, hingga saat ini, pihak DPRD Kabupaten Cirebon masih belum memberikan keterangan resmi terkait polemik tersebut.
Berikutnya, untuk profil Nana Kencanawati atau Hj. Nana Kencanawati, S.Pd. merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon periode 2024-2029. Saat pemilu legislatif, dia diketahui berhasil memperoleh sekitar 13.331 suara.
Nana terpilih dari Daerah Pilihan (Dapil) Cirebon 6 yang meliputi Kecamatan Ciledug, Karangsembung, Karangwareng, Lemahabang, Pabuaran, Pasaleman, dan Waled. Sebelum menjadi pimpinan DPRD, dia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Cirebon periode 2019-2024.
Melansir dari TribunTrends.com, di periode DPRD 2024-2029 ini, Nana disebut sebagai salah satu anggota dewan paling senior dengan usia sekitar 65 tahun. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Nana Kencanawati tercatat mencapai Rp650 juta.
Untuk rinciannya yaitu, Nana memiliki mobil Nissan Grand Livina tahun 2009 senilai Rp80 juta, mobil Honda City tahun 2023 senilai Rp320 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp250 juta. Adapun, dalam laporan itu tidak tercantum adanya hutang ataupun kepemilikan tanah maupun bangunan atas nama Nana Kencanawati. (*)
Artikel Asli




