Prabowo Tanya Soal Ekspor Mineral Kritis, Luhut Setuju Disetop Tapi..

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (Dok. BPMI Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut binsar Pandjaitan menyatakan, sempat ditanya Presiden RI Prabowo Subianto mengenai ekspor komoditas mineral kritis.

Luhut menceritakan, pada saat rapat di Dewan Ekonomi Nasional, Presiden RI Prabowo Subianto sempat menanyakan hal tersebut. "Presiden tanya mengenai mineral, critical mineral itu ekspor bagaimana? Saya bilang, saya setuju sekali Pak, itu dihentikan saja. Jadi jangan dengan bebas begitu, tapi dengan sistem yang bagus," terang Luhut dalam acara bertajuk Indonesia Ethical AI Summit di Jakarta, Rabu (17/6/2026).


Baca: Luhut Bilang Family Office Bisa Datangkan Dana Asing hingga Rp8.900 T

Kemudian Luhut menjelaskan, bahwa sejatinya Indonesia sudah memiliki sistem tata kelola ekspor melalui Sistem Informasi Mineral dan Batub Bara (Simbara).
"Sistemnya bagaimana? Saya bilang, Pak (Prabowo), pakai saja Simbara yang sudah ada plus yang perbaikan. Nah itu Pak, itu bagus dengan Seto (Septian Hario Seto-Anggota DEN) yang mengerjakan itu, dan sekarang hampir selesai. Itu semua terintegrasi. Dan itu akan membantu penerimaan negara yang sangat besar sekali," ungkap Luhut.

Mulanya, Luhut menyatakan bahwa sejatinya pemerintah sudah meluncurkan Simbara. Di mana, sistem ini adalah sebuah aplikasi digital yang tehubungan antara hulu dengan hilir.

Luhut mencotohkan batu bara, dengan Simbara semua akan terdeteksi dimulai dari Izin Usaha Pertambangan (IUP), julah luas IUP-nya, kalori batu baranya hingga produksi dan seterusnya.

"Kalau dia salah satu belum comply, misalnya dia belum bayar pajak, atau dia belum bayar royalti, dia otomatis akan shut down, tidak bisa dipengaruhi, karena dia berhenti mengalir tadi ke apa, ke nasional single window. Jadi satu ekosistem yang terbangun, apakah ada masalah? Pastinya ada, tapi kita perbaikin satu per satu," tegas Luhut.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Gejolak Harga Minyak Belum Usai, Apa Efeknya ke Subsidi Energi?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Preferensi Pelanggan terhadap Produk Asli dan Berkualitas Dorong Penjualan LazMall Naik Hingga 5 Kali Lipat di Lazada 6.6 Super WOW Sale
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Luhut Klaim Digitalisasi Bansos-Minerba Bisa Hemat Anggaran Ribuan Triliun
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Penjelasan Pertamina soal Perbedaan Harga Pertamax dan Pertalite di Struk Pembelian
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di Kabupaten Bekasi, 540 Tramadol Disita
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
​​Respons Dinamika Zaman, UB Jadi Tempat Uji Publik RUU HAM 1999
• 3 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.