JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempersiapkan talenta-talenta muda mengembangkan Artificial Intelligence (AI) untuk memajukan industri perfilman di Ibu Kota.
Talenta muda yang dipersiapkan untuk mengembangkan kecerdasan buatan tersebut salah satunya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
BACA JUGA: Gibran Dorong Guru dan Orang Tua Melek AI: Agar Tahu Karakter Anak
Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menghadiri undangan Asia Pacific Video Operators Summit (APOS) 2026 di Nusa Dua, Bali pada Selasa, 16 Juni 2026.
"Jakarta harus menyiapkan SDM di bidang AI untuk mengembangkan industrinya. Kita memiliki SMK yang bisa menjadi titik awal untuk mempersiapkan talenta-talenta tersebut," kata Rano dalam keterangannya.
Dalam agenda mewujudkan visi Jakarta sebagai kota sinema, Pemprov DKI Jakarta menjadi satu-satunya pemerintah daerah di Indonesia yang mendapat kesempatan hadir dan berkolaborasi dengan para pelaku industri hiburan, konten, dan teknologi dari kawasan Asia Pasifik.
Pada hari pertama, Rano menghadiri sesi CEO Forum yang membahas perkembangan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta proyeksinya dalam 20 tahun mendatang.
BACA JUGA:Jalan di Lenteng Agung yang Amblas Rampung Diperbaiki, Rano: Petakan Titik Rawan!
Sesi tersebut dibawakan oleh Nick Nash, Co-Founder dan Managing Partner Asia Partners, perusahaan ekuitas dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 23 miliar atau sekitar Rp414 triliun.
Rano menegaskan bahwa Jakarta siap menangkap peluang tersebut sebagai kota global.
Menurutnya, Jakarta tidak hanya perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tetapi juga harus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan industri AI.
"Saya rasa ke depan Jakarta harus bersiap, terutama jika AI semakin berkembang. Kita tidak hanya ingin menjadi pasar, tetapi juga pelaku utama," katanya.
BACA JUGA:Pemkot Tangsel Integrasikan AI dalam Birokrasi, Dari Pengaduan Warga hingga Analisis Data
Sebagai kota global yang berbudaya dan kreatif, Jakarta tidak ingin melewatkan peluang ekonomi yang muncul dari perkembangan teknologi AI.
"Dalam pengembangan subsektor ekonomi kreatif, khususnya film, teknologi AI bukan lagi sekadar keniscayaan. Teknologi ini telah membawa dampak ekonomi yang nyata di pasar global. Jakarta harus dan akan memanfaatkan peluang ini," pungkas Rano.
- 1
- 2
- »





