KOMPAS.TV – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 dengan kedalaman 16 kilometer mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (waktu setempat). Guncangan kuat ini menyebabkan kerusakan di sejumlah bangunan serta fasilitas umum.
Salah satu dampak terlihat di Universitas Tadulako (Untad) Palu, di mana bagian atap dan plafon auditorium mengalami kerusakan. Saat gempa terjadi, sejumlah mahasiswa dan tamu yang berada di dalam gedung terlihat panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
Dari hasil pemantauan awal, kerusakan juga terjadi pada beberapa bagian bangunan lainnya, termasuk plafon yang rusak dan jatuh akibat guncangan gempa. Tim SAR bersama pihak terkait langsung melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisi bangunan serta mengantisipasi adanya korban yang belum terdata.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah fasilitas umum dan bangunan pemerintahan, termasuk Jembatan Tiga Palu. Retakan terlihat pada bagian ujung jembatan yang menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan konstruksi.
Petugas kemudian memasang pembatas dan mengalihkan arus lalu lintas untuk mencegah warga maupun pengendara melintasi jembatan tersebut. Pemerintah berencana melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan tingkat kerusakan dan kelayakan jembatan sebelum kembali dibuka untuk umum.
Kepala Kantor SAR Palu, Muhammad Rizal, menyampaikan bahwa pendataan terus dilakukan untuk mengetahui titik-titik kerusakan serta langkah penanganan yang akan dilakukan.
Dampak gempa dirasakan di sejumlah wilayah, antara lain Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, Poso, hingga Morowali.
#Palu #Gempa #SulawesiTengah #Untad #BMKG
Baca Juga: Gempa Palu M 6,7 Jadi Peringatan Keras, Ahli Soroti Potensi Bahaya Sesar Lokal
Penulis : Fauzan-Alhazmi
Sumber : Kompas TV
- Palu
- Gempa
- SulawesiTengah
- BMKG




