tvOnenews.com - Peserta pertama Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XVII di Gorontalo telah tiba. Mereka adalah delegasi dari Provinsi Riau.
Sebanyak tiga orang delegasi Riau tiba di Bandara Djalaluddin, Kabupaten Gorontalo, Selasa (16/6) pagi, dan disambut oleh pemerintah daerah serta naradamping yang akan mendampingi mereka selama berada di Gorontalo.
Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Gorontalo Sandra Mangindaan mengatakan kedatangan delegasi Riau menandai mulai berdatangannya peserta Penas KTNA XVII dari berbagai daerah di Indonesia.
"Delegasi Riau menjadi peserta pertama yang tiba di Gorontalo. Selanjutnya peserta akan datang secara bertahap hingga menjelang pembukaan Penas KTNA XVII," ujar Sandra.
Ia menjelaskan total delegasi Riau yang akan mengikuti Penas KTNA XVII berjumlah 70 orang dan dijadwalkan tiba melalui beberapa penerbangan hingga 23 Juni 2026.
Menurut dia, rombongan terbesar diperkirakan tiba pada Jumat (19/6) atau sehari sebelum pembukaan kegiatan.
"Paling banyak sekitar 50 orang yang akan tiba pada Jumat dini hari menggunakan pesawat Batik Air," katanya.
Setelah tiba di Gorontalo, para delegasi diarahkan menuju Kelurahan Biyonga Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo, yang menjadi lokasi pemondokan peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan Penas KTNA XVII.
Pemerintah kelurahan bersama warga setempat telah menyiapkan rumah-rumah penduduk sebagai tempat menginap peserta, sekaligus untuk memperkenalkan keramahan masyarakat Gorontalo kepada para tamu dari berbagai daerah.
Lurah Biyonga mengatakan masyarakat telah bersiap menyambut para peserta dan berupaya memberikan pelayanan terbaik selama mereka berada di daerah itu.
"Kami berharap para peserta merasa nyaman selama berada di Gorontalo. Warga juga siap menjaga keamanan dan memberikan suasana kekeluargaan kepada seluruh tamu yang datang," katanya.
Penas KTNA XVII merupakan ajang pertemuan nasional petani dan nelayan yang mempertemukan pelaku utama sektor pertanian, perikanan, penyuluh serta pemangku kepentingan dari seluruh provinsi di Indonesia untuk berbagi pengetahuan, teknologi dan pengalaman dalam pengembangan sektor pangan dan kelautan.(chm)



